SKYSHI MEDIA – Bagi banyak backpacker, perjalanan bukan sekadar tentang destinasi, melainkan juga tentang pengalaman hidup yang otentik. Salah satu cara terbaik untuk menyelami budaya sebuah negara adalah lewat street food—makanan jalanan yang kaya rasa sekaligus ramah di kantong.
Dari Pad Thai di Bangkok, tacos di Meksiko, hingga kebab di Istanbul, setiap suapan street food menyimpan cerita unik tentang masyarakat, sejarah, dan kreativitas lokal. Banyak backpacker bahkan menjadikan street food sebagai “bahan bakar” utama perjalanan mereka, karena selain murah, makanan ini mudah ditemukan hampir di setiap sudut kota.
Namun, pengalaman menikmati street food juga punya sisi menantang. Beberapa traveler harus pintar memilih tempat makan untuk menghindari risiko kesehatan. Tips yang kerap dibagikan komunitas backpacker adalah makan di tempat yang ramai pengunjung lokal, karena biasanya itu tanda makanan segar dan aman.
Lebih dari sekadar makanan, street food menghadirkan koneksi sosial. Duduk di bangku plastik di pinggir jalan, berbincang dengan pedagang, hingga berbagi meja dengan orang asing, sering kali menjadi momen berharga dalam perjalanan.
Fenomena ini menunjukkan bahwa street food bukan hanya soal perut kenyang, tetapi juga cara untuk mengikat cerita perjalanan. Dari setiap aroma bumbu, denting wajan, hingga tawa pedagang, backpacker menemukan pengalaman yang tak tergantikan—sebuah petualangan rasa yang tak bisa dibeli di restoran mewah.***
