Mukhlis Basri: Kader Marhaenis Sejati, Setia, dan Teguh di Jalan Perjuangan

banner 468x60

SKYSHI MEDIA – Di tengah dinamika politik yang semakin kompleks dan tantangan konsolidasi partai yang kian berat, sosok Mukhlis Basri kembali mencuat sebagai figur penting dalam PDI Perjuangan. Namanya bukan sekadar dikenal karena jabatan, tetapi karena keteguhan ideologi dan kesetiaannya yang menjadi teladan bagi banyak kader partai.

Mukhlis Basri lahir dan besar dari lingkungan wong cilik, anak petani yang memahami denyut kehidupan rakyat dari dekat. Dari desa, ia menapaki setiap jenjang politik dengan kerja keras, ketekunan, dan pengabdian tanpa pamrih. Sosoknya dikenal rendah hati, ramah, dan selalu memprioritaskan kepentingan masyarakat dan partai di atas kepentingan pribadi. Setiap langkah politiknya selalu berakar pada nilai-nilai gotong royong dan semangat kerakyatan yang diwariskan Bung Karno, sang proklamator.

banner 336x280

Sahabat seperjuangannya, Samsul Hadi, menegaskan, “Mukhlis tidak pernah menjadikan politik sebagai alat untuk mencari kekuasaan pribadi. Ia menjadikan politik sebagai jalan pengabdian untuk rakyat dan partai.” Pernyataan ini menjadi cerminan bagaimana Mukhlis menempatkan politik sebagai sarana pengabdian, bukan ajang ambisi semata.

Darah Marhaen yang Mengalir Sejak Desa

Dengan tagline “Aku Bangga Menjadi Anak Petani,” Mukhlis Basri menegaskan identitasnya sebagai kader Marhaenis sejati. Kehidupannya sejak kecil selalu dekat dengan rakyat kecil, memahami kesulitan dan harapan mereka, serta memperjuangkan hak-hak mereka melalui jalur politik yang bersih dan transparan. Bagi Mukhlis, menjadi kader PDI Perjuangan adalah panggilan ideologis, bukan sekadar pilihan politik. Ia melihat partai sebagai rumah perjuangan yang harus dijaga, dilayani, dan dipertahankan demi kesejahteraan rakyat.

Sebagai Bupati Lampung Barat dua periode (2007–2017), Mukhlis membuktikan kepemimpinan yang berpihak pada rakyat. Ia memprioritaskan pembangunan infrastruktur desa, memperluas akses pendidikan bagi anak-anak, memperkuat ekonomi rakyat melalui sektor pertanian, dan membangun tata kelola pemerintahan yang bersih serta transparan. Hingga saat ini, hasil kerjanya tetap dikenang masyarakat sebagai bentuk kepemimpinan yang menyentuh kehidupan nyata.

Kepemimpinannya yang merakyat dan tegas menjadikannya figur yang dihormati lintas generasi kader. Mukhlis tidak hanya menjadi pemimpin birokrasi, tetapi juga pembimbing bagi kader muda tentang arti disiplin, loyalitas, dan pengabdian. Banyak kader muda mencontoh cara dia menempatkan kepentingan rakyat dan partai di atas kepentingan pribadi.

Loyalitas yang Tak Pernah Luntur

Salah satu hal yang menonjol dari Mukhlis Basri adalah loyalitasnya. Di tengah banyaknya godaan politik dan tawaran jabatan strategis, ia tetap teguh di jalan partai. Bagi Mukhlis, PDI Perjuangan adalah rumah ideologis yang tidak dapat ditukar dengan apapun. Ia setia bukan hanya pada lambang banteng moncong putih, tetapi juga pada semangat perjuangan partai, yakni membela wong cilik dan menjaga marwah organisasi.

Tokoh senior PDIP Lampung, Tulus Purnomo, menegaskan, “Mukhlis adalah sosok yang tidak akan pernah berpaling. Ia seperti akar yang kuat, menancap dalam pada tanah perjuangan Bung Karno.” Kesetiaan seperti ini menjadi modal penting untuk menjaga soliditas partai di tengah persaingan politik yang semakin sengit. Mukhlis selalu berpolitik dengan kesabaran, dedikasi, dan kejujuran, bukan dengan emosi atau ambisi semata.

Kader Pemersatu dan Penguat Soliditas Partai

Selain loyalitas, Mukhlis juga dikenal sebagai kader yang mampu mempersatukan dan memperkuat soliditas partai. Ia berkali-kali mengantarkan PDI Perjuangan meraih kemenangan di Lampung Barat dan daerah sekitarnya, baik dalam Pilkada maupun Pemilihan Legislatif. Kepercayaan rakyat terhadap ketulusan dan kerja nyata Mukhlis menjadi faktor utama keberhasilan tersebut.

Kini, saat PDI Perjuangan Lampung memasuki fase penting menjelang Pemilu 2029, figur seperti Mukhlis menjadi relevan. Pengalaman birokrasi yang panjang, rekam jejak kepemimpinan yang bersih, serta akar sosial yang kuat membuatnya menjadi calon pemimpin partai yang mampu menyatukan berbagai kepentingan. Ia dikenal bisa merangkul semua golongan, mulai dari kader di tingkat ranting hingga elite partai, menjadikan namanya sebagai simbol pemersatu yang dapat menyatukan energi perjuangan kader demi kemenangan partai di Bumi Ruwa Jurai.

Meski demikian, Mukhlis belum menyampaikan sikap resmi mengenai kemungkinan memimpin DPD PDI Perjuangan Lampung. Ia selalu berhati-hati dan tidak terburu-buru mengejar posisi. Baginya, kepemimpinan bukan ambisi, melainkan amanah yang harus dijalankan dengan tanggung jawab dan kesiapan moral.

Cermin Nilai-Nilai Partai

Kehati-hatian, kesederhanaan, dan kesetiaan pada garis perjuangan partai membuat Mukhlis Basri dianggap banyak kader sebagai figur paling layak memimpin dan menyatukan PDI Perjuangan Lampung. Ia hadir bukan hanya untuk mengisi posisi, tetapi untuk menghidupkan kembali semangat ideologi partai—semangat gotong royong, kebersamaan, dan pengabdian bagi wong cilik.

Seorang sahabat seperjuangan menyimpulkan, “Mukhlis Basri bukan hanya kader. Ia adalah cermin nilai-nilai partai—sederhana, teguh, dan setia pada perjuangan rakyat.”

Di tengah arus pragmatisme politik, Mukhlis Basri menjadi contoh nyata bahwa kesetiaan, integritas, dan dedikasi masih menjadi dasar perjuangan kader banteng sejati. Figur seperti Mukhlis membuktikan bahwa politik bukan sekadar perebutan kekuasaan, melainkan panggilan untuk mengabdi kepada rakyat dan menjaga warisan ideologi Bung Karno tetap hidup. Merdeka!***

banner 336x280