Pemprov Lampung Apresiasi Mathla’ul Anwar: Pendidikan, Dakwah, dan Desa Siap Naik Level

banner 468x60

SKYSHI MEDIA– Mathla’ul Anwar kembali menunjukkan peran strategisnya di dunia pendidikan dan dakwah. Organisasi Islam yang sudah berusia lebih dari satu abad ini kini menjadi fokus perhatian karena kontribusinya tidak hanya di bidang pendidikan, tetapi juga dalam pemberdayaan ekonomi lokal dan pembangunan masyarakat desa di Provinsi Lampung.

Musyawarah Wilayah VI Mathla’ul Anwar Lampung 2025 digelar di Ballroom Soeltan Luxe Hotel, Bandar Lampung. Acara ini dibuka oleh Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik Provinsi Lampung, Ganjar Jationo, yang mewakili Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal. Musyawarah wilayah menjadi momen penting bagi organisasi untuk memperkuat semangat kebangkitan dan inovasi dalam menjalankan misi pendidikan dan dakwah.

banner 336x280

Gubernur Apresiasi Peran Mathla’ul Anwar

Dalam sambutan yang dibacakan Ganjar, Gubernur Mirza menekankan pentingnya kontribusi Mathla’ul Anwar terhadap pendidikan dan dakwah.
“Musyawarah ini menjadi momen refleksi sekaligus revitalisasi niat untuk bangkit. Tidak harus dimulai dari mimpi besar, tapi dari langkah-langkah kecil yang diilhami iman, ilmu, dan amal,” ujar Ganjar.

Gubernur juga menegaskan bahwa pemerintah daerah membuka ruang kolaborasi dengan berbagai elemen masyarakat, termasuk organisasi keagamaan, untuk mempercepat pembangunan di Lampung. Perbedaan karakter atau tupoksi tidak menjadi penghalang bagi organisasi untuk berkontribusi bagi daerah, selama tujuan pembangunan dapat tercapai secara maksimal.

Peran Mathla’ul Anwar dalam Ekonomi Desa dan Energi

Ganjar menyoroti peran ormas Islam dalam pembangunan pedesaan, khususnya dalam program ketahanan pangan dan ekonomi lokal. Salah satu kebijakan penting adalah meningkatkan nilai tambah hasil panen di desa, contohnya jagung, melalui penggunaan mesin pengering mini. Dengan pengeringan yang tepat, harga jagung bisa naik dari Rp3.800 menjadi Rp5.000 per kilogram, sehingga uang tetap berputar di desa dan koperasi lokal dapat terlibat dalam distribusi.

Selain sektor pertanian, pemerintah pusat juga mendorong desa menjadi pusat energi baru terbarukan melalui pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) minimal satu hektar per desa. Jika target ini tercapai di 80 ribu desa, potensi energi yang dihasilkan dapat mendukung langkah Indonesia menuju swasembada energi nasional.

Ganjar menambahkan bahwa peran Mathla’ul Anwar sangat penting untuk menyiapkan sumber daya manusia berkualitas agar masyarakat desa dapat memanfaatkan program pembangunan tersebut secara optimal. Pesantren dan lembaga pendidikan Islam diminta menyesuaikan kurikulum dengan kebutuhan daerah, tetap berpegang pada nilai keilmuan Islam namun dilengkapi dengan soft skill dan hard skill yang relevan.

Pendidikan dan Dakwah yang Relevan

Ketua 1 Bidang Pembinaan Daerah PB Mathla’ul Anwar, Dr. KH. Abdul Hakim, menyampaikan bahwa organisasi ini memiliki tanggung jawab besar untuk menjawab tantangan zaman.
“Mathla’ul Anwar harus aktif meningkatkan mutu guru, kepala sekolah, dan modernisasi sistem pembelajaran yang memadukan nilai Islam dengan sains dan teknologi,” ujarnya.

Selain pendidikan, dakwah sosial menjadi fokus untuk menangani persoalan kemiskinan, pengangguran, krisis keluarga, dan radikalisme. Mathla’ul Anwar diharapkan menjadi motor penggerak lahirnya generasi berilmu, beriman, dan berakhlak mulia, yang siap menghadapi tantangan Indonesia Emas 2045.

Prestasi Santri dan Madrasah Lampung

Ketua PW Mathla’ul Anwar Lampung, Muhammad Isa, memaparkan bahwa Mathla’ul Anwar membawahi 14 perguruan, 99 madrasah dan sekolah, serta 10 pondok pesantren di berbagai kabupaten. Meskipun ada kendala dana operasional dan regulasi yang membatasi penarikan SPP, madrasah dan pesantren tetap mencetak prestasi membanggakan. Salah satunya, seorang santri asal Lampung Selatan diterima di Universitas Cambridge, Inggris, melalui beasiswa LPDP.

Muhammad Isa berharap Pemerintah Provinsi Lampung mendukung revitalisasi madrasah dan pesantren agar lembaga-lembaga ini bisa terus berkontribusi dalam bidang pendidikan, dakwah, dan pemberdayaan masyarakat.

Momentum Kebangkitan Mathla’ul Anwar

Musyawarah Wilayah VI ini menjadi momen penting bagi kebangkitan organisasi yang telah berperan lebih dari satu abad dalam pendidikan Islam di Indonesia. Pemerintah Provinsi Lampung melihat Mathla’ul Anwar sebagai mitra strategis dalam memperkuat sumber daya manusia, menggerakkan ekonomi berbasis desa, dan membangun masyarakat Lampung yang berdaya saing.

Dengan kolaborasi yang tepat, Mathla’ul Anwar dan Pemprov Lampung siap menjadi kunci untuk mencetak generasi unggul dan mewujudkan Indonesia Emas 2045.***

banner 336x280