Krisis Kepemimpinan di PDI Perjuangan Lampung: Sudin Dianggap Gagal, Dua Kader Senior Siap Rebut Kursi Panas

banner 468x60

SKYSHI MEDIA- Drama politik di tubuh PDI Perjuangan Lampung tampaknya belum akan mereda. Setelah berbagai isu tak sedap beredar terkait kinerja Ketua DPD PDI Perjuangan Lampung, Sudin, kini muncul desakan dari kader senior agar dilakukan evaluasi total terhadap kepengurusan partai di daerah tersebut.

Salah satu tokoh senior PDI Perjuangan, Syukri Baihaki, secara terbuka menyebut dua nama yang dianggap layak menggantikan posisi Sudin. Ia menilai, baik Mukhlis Basri maupun Ir. Sutono memiliki kapasitas dan rekam jejak panjang dalam mengelola partai di tingkat daerah maupun nasional.

banner 336x280

“Info peluang untuk Ketua DPD PDI Perjuangan Lampung kemungkinan Pak Mukhlis atau Pak Sutono,” ujar Syukri dalam sebuah wawancara singkat usai dirinya mengunggah foto bersama salah satu kandidat di ruang rapat DPD PDI Perjuangan Lampung.

Namun demikian, Syukri enggan memberikan pandangan pribadi mengenai siapa yang lebih pantas di antara keduanya. Ia menegaskan bahwa keputusan akhir sepenuhnya diserahkan kepada Ketua Umum Megawati Soekarnoputri dan forum konferda partai. “Kita serahkan ke forum konferda saja, karena kedua kader tersebut sama-sama baik dan sepenuhnya diserahkan kepada ketum,” tambahnya.

Pernyataan ini memperkuat sinyal adanya perubahan besar di tubuh PDI Perjuangan Lampung. Sekitar dua puluh hari sebelumnya, redaksi memperoleh salinan dokumen petisi dari sejumlah kader senior partai berlambang banteng moncong putih itu. Dalam petisi tersebut, mereka menyampaikan keprihatinan mendalam terhadap melemahnya kinerja partai di Provinsi Lampung.

Kekalahan beruntun dalam beberapa pemilihan umum dan pilkada disebut sebagai bukti konkret menurunnya pengaruh partai di daerah yang dikenal dengan julukan Sang Bumi Ruwa Jurai ini. Para penandatangan petisi menilai kepemimpinan Sudin tidak lagi mampu menyatukan barisan kader, bahkan dianggap menciptakan sekat dan ketegangan internal di antara pengurus.

Beberapa sumber internal menyebut, selama masa kepemimpinannya, Sudin jarang turun langsung dalam agenda politik daerah, terutama dalam masa kampanye atau konsolidasi menjelang pemilu. Ketidakhadiran figur pemimpin dalam momentum penting seperti itu dianggap menjadi faktor utama menurunnya soliditas dan semangat juang kader di tingkat bawah.

Lebih jauh lagi, muncul dugaan adanya intimidasi terhadap sejumlah pengurus PAC (Pimpinan Anak Cabang) dalam proses penjaringan calon Ketua DPD baru. Situasi ini semakin memperuncing konflik internal dan mempertegas perlunya evaluasi total terhadap struktur kepengurusan.

Dalam petisi yang ditujukan langsung kepada Megawati Soekarnoputri, para kader meminta agar DPP PDI Perjuangan segera meninjau ulang kepemimpinan Sudin dan membuka peluang bagi figur baru yang lebih segar dan mampu menyatukan kekuatan partai di Lampung.

Kini, semua mata tertuju pada langkah politik Megawati. Apakah ia akan mempertahankan Sudin di tengah gelombang penolakan, atau justru memberi kesempatan kepada nama-nama lama seperti Mukhlis Basri dan Ir. Sutono untuk mengembalikan kejayaan partai di Lampung?

Satu hal yang pasti, dinamika ini menjadi alarm serius bagi PDI Perjuangan. Dengan Pilkada 2029 yang semakin dekat, partai harus segera menata ulang barisannya jika tak ingin kehilangan pengaruh di daerah yang selama ini menjadi salah satu basis kekuatannya.***

banner 336x280