SKYSHI MEDIA – Pendidikan tradisional kini mengalami transformasi berkat teknologi Augmented Reality (AR) dan Virtual Reality (VR). Inovasi ini menghadirkan pengalaman belajar yang lebih interaktif, imersif, dan menyenangkan bagi siswa maupun mahasiswa.
Menurut Dr. Fajar Nugroho, pakar teknologi pendidikan, AR dan VR memungkinkan materi sulit seperti anatomi, astronomi, atau sejarah kuno dipahami dengan lebih nyata. “Alih-alih membaca buku teks, siswa bisa menjelajahi tubuh manusia secara 3D, melihat planet berputar, atau merasakan suasana sejarah kuno seolah berada di sana,” jelasnya.
Selain meningkatkan pemahaman, teknologi ini juga memacu kreativitas dan kolaborasi. Guru dan siswa dapat bekerja bersama dalam simulasi virtual, eksperimen ilmiah, atau proyek kreatif tanpa batasan ruang dan waktu.
Namun, tantangan tetap ada, mulai dari biaya perangkat, literasi digital, hingga akses internet yang merata. Meski begitu, implementasi AR/VR menunjukkan bahwa pendidikan di masa depan akan lebih personal, menyenangkan, dan efektif, sekaligus mempersiapkan generasi muda menghadapi dunia yang serba digital.***
