SKYSHI MEDIA- Pernyataan Bunda Literasi Lampung Purnama Wulan Sari berindikasi bertolak belakang dengan pernyataan salah satu pejabat Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Perpusda) Provinsi Lampung yang identitasnya redaksi rahasiakan demi kepentingan karirnya.
Dalam Musda II Ikatan Penerbit Indonesia (IKAPI) Provinsi Lampung di Nuwa Baca Perpusda pada Rabu, 24 Juni 2026– istri Gubernur Rahmat Mirzani Djausal itu menegaskan literasi sebagai fondasi utama peradaban.
“Literasi bukan hanya berbicara tentang membaca dan menulis, tapi merupakan jendela peradaban, fondasi utama kemajuan bangsa, serta kunci membangun masyarakat yang lebih cerdas, kreatif dan berdaya,” sambutannya, melansir deklarasinews.com.
Purnawa Wulan Sari kemudian lebih jauh menyatakan sikapnya terhadap literasi, tak terbatas untuk sekolah.
“Literasi bukan hanya untuk anak sekolah, tetapi kita semua sampai kapan pun harus terus belajar dan mengasah kemampuan membaca serta menulis,” ungkapnya.
Diketahui, tutur kata itu tidak berlandaskan kondisi dukungan anggaran bagi Dinas Perpustakaan Daerah Provinsi Lampung.
Menurut salah satu pejabatnya ketika redaksi berbincang di suatu acara yang pendanaannya dari pemerintah pusat, anggaran Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Lampung terkecil.
Akibat anggaran yang tak memadai, sebagai gerbang literasi– Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Lampung tak mampu mencapai target memenuhi puluhan ribu buku serta bentuk literasi digital seperti PDF sebagai koleksi terbaru, menurutnya.
Sampai artikel ini terpublikasi, redaksi masih berusaha membuka akses informasi terkait data resmi anggaran bagi tiap instansi Pemprov Lampung.
Redaksi terbuka bagi pihak-pihak yang ingin memberi informasi maupun klarifikasi.***
















