PA GMNI dan Gemabudhi Satukan Pemuda Lampung, Hidupkan Semangat Nasionalisme Bung Karno

banner 468x60

SKYSHI MEDIA – Dua tokoh pemuda Lampung, Zulfahmi Hasan Azhari, Ketua Persatuan Alumni Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (PA GMNI), dan Deddy Wijaya Chandra, Ketua DPD Generasi Muda Buddhis Indonesia (Gemabudhi) Lampung, sepakat untuk menghidupkan kembali semangat nasionalisme Bung Karno di kalangan generasi muda di Provinsi Lampung. Pertemuan strategis ini digelar sebagai wujud nyata kepedulian pemuda terhadap persatuan bangsa serta penguatan pembangunan daerah di tengah situasi nasional dan regional yang penuh tantangan.

Deddy Wijaya Chandra menegaskan bahwa PA GMNI memiliki posisi strategis dalam mengedukasi pemuda tentang nilai-nilai kebangsaan. “PA GMNI dengan pakem nasionalisme Bung Karno patut didengar gagasan dan pendapatnya. Forum ini tidak boleh berhenti di sini. Ke depan, kami akan memperluas pertemuan dengan melibatkan organisasi kepemudaan lain seperti Ansor, Peradah, Pemuda Muhammadiyah, Pemuda Katolik, GMKI, Gemapakti, dan elemen pemuda lainnya di Lampung,” ujar Deddy.

banner 336x280

Menurut Deddy, pertemuan lintas organisasi sangat dibutuhkan untuk meredam perbedaan sekaligus memperkuat semangat gotong royong. Lampung, yang dikenal sebagai provinsi heterogen dengan beragam latar belakang agama dan budaya, akan lebih maju apabila pemuda dari berbagai organisasi mampu bersatu dalam membangun daerah. “Kolaborasi lintas organisasi adalah kunci agar pembangunan yang dilakukan benar-benar inklusif dan berpihak pada rakyat,” tambahnya.

Hal senada disampaikan Zulfahmi Hasan Azhari. Ia menilai inisiatif Deddy membuka ruang diskusi merupakan contoh nyata semangat nasionalisme Bung Karno yang menekankan persatuan dan kepedulian terhadap bangsa. “Pertemuan ini membuktikan bahwa pemuda Lampung masih memiliki jiwa nasionalis, pandangan luas, dan kepedulian terhadap bangsa serta daerah. Bung Deddy adalah tokoh pemuda yang konsisten mendorong persatuan. Saya sangat menghargai inisiatif ini,” kata Zulfahmi.

Zulfahmi menambahkan bahwa PA GMNI dan Gemabudhi sepakat mendukung setiap program kerja pemerintah, baik yang berasal dari inisiatif daerah maupun pusat, asalkan berpihak pada rakyat dan menumbuhkan kesejahteraan masyarakat luas. “Kami menolak pembangunan yang hanya menguntungkan segelintir orang. Semangat gotong royong Bung Karno harus menjadi roh dalam setiap kebijakan. Pemuda harus menjadi garda terdepan menjaga hal itu,” tegasnya.

Lebih jauh, keduanya menekankan bahwa nasionalisme bukan sekadar jargon, melainkan harus diwujudkan dalam aksi nyata. Pemuda Lampung perlu mengambil peran lebih besar dalam menjaga keutuhan bangsa melalui kolaborasi lintas organisasi, mengawal kebijakan publik, serta memastikan setiap langkah pembangunan benar-benar menyentuh kebutuhan rakyat.

Pertemuan ini juga menjadi batu loncatan bagi pembentukan forum yang lebih luas, mempertemukan berbagai organisasi kepemudaan di Lampung untuk membangun jaringan kolaboratif. Dengan semangat Bung Karno, forum ini diharapkan dapat menjadi motor penggerak pembangunan daerah sekaligus benteng kebangsaan yang mampu menumbuhkan kesadaran nasionalisme di kalangan generasi muda.

Para tokoh pemuda menegaskan, semangat persatuan dan kolaborasi ini tidak hanya terbatas pada diskusi, tetapi akan diterjemahkan dalam berbagai kegiatan nyata, mulai dari program sosial, pendidikan, hingga pengembangan ekonomi lokal. Dengan demikian, pemuda Lampung dapat menjadi teladan bagi daerah lain dalam membumikan nilai-nilai kebangsaan dan memperkuat integritas nasional.***

banner 336x280