Jalin Sinergi Antarprovinsi, Lampung Sambut Kunjungan Peserta PKN Tingkat II Sumsel

banner 468x60

SKYSHI MEDIA- Wakil Gubernur Lampung Jihan Nurlela mengucapkan selamat datang kepada seluruh peserta Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat II Angkatan V Provinsi Sumatera Selatan yang melaksanakan kunjungan di Provinsi Lampung.

Hal tersebut disampaikan Jihan dalam kegiatan bertajuk “Kepemimpinan Adaptif untuk Mewujudkan Daya Saing Global sebagai Upaya Menciptakan Ketahanan Daerah” yang berlangsung di Gedung Pusiban, Komplek Kantor Gubernur Lampung, Bandarlampung, Senin (8/6/2026).

banner 336x280

Kegiatan tersebut diikuti oleh 32 peserta yang berasal dari berbagai instansi dan pemerintah daerah di Provinsi Sumatera Selatan, di antaranya Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan, Kota Palembang, Kabupaten Ogan Komering Ilir, Kabupaten Ogan Ilir, Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur, Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), Kabupaten Musi Rawas, serta peserta dari Provinsi Bengkulu dan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

Kunjungan tersebut bertujuan untuk memperdalam pemahaman peserta mengenai kepemimpinan adaptif, inovasi pelayanan publik, serta strategi peningkatan daya saing global sebagai upaya memperkuat ketahanan daerah.

Dalam sambutannya, Jihan mengatakan hubungan antara Provinsi Lampung dan Provinsi Sumatera Selatan selama ini terjalin sangat baik melalui berbagai program strategis, kerja sama, serta sinergi yang terus dibangun dan dikembangkan bersama.

Menurutnya, tema visitasi yang diangkat sangat relevan dengan kondisi saat ini, ketika dunia bergerak begitu cepat dengan berbagai perubahan teknologi, regulasi, serta dinamika global lainnya.

“Perkembangan teknologi, perubahan regulasi, serta berbagai dinamika lainnya menuntut para pemimpin untuk mampu beradaptasi dan menyesuaikan diri dengan perubahan yang terus terjadi,” ujar Jihan.

Ia menegaskan bahwa para pemimpin organisasi perangkat daerah harus memiliki kemampuan adaptif dalam menghadapi tantangan yang semakin dinamis. Di tengah berbagai penyesuaian kebijakan dan anggaran, para pemimpin dituntut mampu memastikan program prioritas tetap berjalan secara optimal.

Menurut Jihan, ketahanan daerah saat ini tidak lagi dapat dibangun dengan pendekatan konvensional. Pemimpin daerah harus mampu membaca peluang global sekaligus mengoptimalkan potensi lokal agar memberikan nilai tambah yang nyata bagi masyarakat.

“Daerah tidak boleh hanya menjadi penonton di tengah arus perubahan, tetapi harus mampu menjadi pelaku dan penggerak pembangunan. Ketahanan daerah harus dibangun melalui kepemimpinan yang adaptif, inovatif, dan mampu menghubungkan potensi lokal dengan peluang global,” katanya.

Jihan juga mengaitkan hal tersebut dengan arahan Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, yang menekankan pentingnya hilirisasi sebagai strategi pembangunan nasional.

Menurutnya, hilirisasi tidak hanya berlaku pada sektor industri dan pertanian, tetapi juga dapat diterapkan dalam pengembangan ilmu pengetahuan, inovasi, dan sektor-sektor lainnya yang mampu memperkuat ketahanan serta pertumbuhan ekonomi daerah.

Karena itu, Pemprov Lampung menyambut baik penetapan dua lokus strategis lintas sektor dalam visitasi tersebut, yakni sektor pariwisata dan kebudayaan di Kabupaten Pesawaran serta sektor perdagangan dan perindustrian di Kabupaten Lampung Selatan.

Di Kabupaten Pesawaran, peserta akan mempelajari penerapan kepemimpinan adaptif dalam mengintegrasikan potensi wisata bahari dan kekayaan budaya sebagai penggerak ekonomi kreatif masyarakat.

Jihan mengungkapkan bahwa Lampung saat ini berkembang menjadi salah satu destinasi wisata unggulan di Indonesia. Bahkan, setiap akhir pekan banyak kendaraan berpelat BG dari Sumatera Selatan yang memadati berbagai destinasi wisata di Lampung.

Menurutnya, keberadaan Jalan Tol Trans Sumatera telah memberikan kemudahan akses yang berdampak besar terhadap pertumbuhan sektor pariwisata, yang kini menjadi salah satu pengungkit utama ekonomi daerah.

Selain itu, peserta juga akan melakukan visitasi ke Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Lampung Selatan. Di lokasi tersebut, peserta akan mempelajari strategi hilirisasi industri, penguatan UMKM, serta tata niaga perdagangan internasional yang menjadi pilar penting dalam mendukung ketahanan ekonomi daerah.

Melalui kegiatan visitasi ini, Pemprov Lampung membuka ruang informasi seluas-luasnya bagi seluruh peserta untuk melakukan kajian dan analisis terhadap berbagai inovasi, pelayanan publik, serta praktik terbaik yang telah dikembangkan di kedua lokus tersebut.

Di sisi lain, Pemprov Lampung juga berharap memperoleh berbagai rekomendasi strategis, ide-ide segar, dan masukan konstruktif dari para peserta PKN Tingkat II.

“Rekomendasi tersebut akan menjadi bahan yang sangat berharga bagi kami dalam meningkatkan kualitas birokrasi dan pelayanan publik di Provinsi Lampung,” ujar Jihan.

Sementara itu, Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah (BPSDMD) Provinsi Sumatera Selatan, M. Edwar Juliartha, mengatakan bahwa kunjungan ke Provinsi Lampung bertujuan memperoleh pengalaman, pembelajaran, dan praktik-praktik terbaik yang dapat menjadi referensi bagi para peserta PKN Tingkat II.

Ia menjelaskan bahwa para peserta sebelumnya telah melalui berbagai tahapan pembelajaran, mulai dari self-learning, e-learning, hingga pembelajaran klasikal. Tahap visitasi kepemimpinan nasional menjadi bagian penting dalam proses pembelajaran tersebut.

Edwar menambahkan bahwa penetapan Provinsi Lampung sebagai lokus Visitasi Kepemimpinan Nasional Tingkat II dilakukan melalui proses kajian, penilaian, dan koordinasi dengan Lembaga Administrasi Negara Republik Indonesia.

“Atas nama BPSDM Provinsi Sumatera Selatan, kami menyampaikan penghargaan dan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Pemerintah Provinsi Lampung yang telah menerima kami dengan sangat baik serta memberikan kesempatan untuk melaksanakan visitasi di provinsi ini,” ujar Edwar.***

banner 336x280