SKYSHI MEDIA — Dunia kerja terus berubah. Teknologi berkembang cepat, kebutuhan industri makin dinamis, dan lulusan sekolah dituntut bukan cuma punya ijazah, tetapi juga benar-benar punya skill.
Kondisi inilah yang coba dijawab SMK Taruna Bumi Metro dengan pendekatan pendidikan yang lebih banyak mengajak siswa terjun langsung ke dunia praktik.
Sekolah yang telah beroperasi sejak 1977 tersebut konsisten mengembangkan pendidikan vokasi dengan satu tujuan utama: membekali siswa agar punya keterampilan yang bisa digunakan dalam kehidupan maupun saat memasuki dunia kerja.
Kepala SMK Taruna Bumi Metro, Mahdalena Utami, S.Pd., Ing., mengatakan pendidikan di sekolahnya tidak hanya berorientasi pada kemampuan akademik.
Menurutnya, siswa perlu memiliki kombinasi antara keterampilan teknis, kemampuan berpikir, kemampuan berkomunikasi, keterampilan sosial, karakter, hingga kemampuan beradaptasi.
“SMK Taruna Bumi adalah salah satu lembaga penyelenggara pendidikan yang beroperasi sejak tahun 1977 dan hingga saat ini masih terus beroperasional. Sebagai lembaga pendidikan, kami terpanggil untuk berperan serta membekali tamatan dengan kecakapan hidup secara integratif,” ujar Mahdalena.
Bagi sekolah, konsep life skill menjadi bagian penting dalam pendidikan kejuruan.
Sebab, ketika siswa nantinya meninggalkan bangku sekolah, mereka akan berhadapan dengan persoalan yang jauh lebih kompleks daripada sekadar soal ujian.
Mereka harus mampu bekerja sama, berkomunikasi, berpikir kritis, menyelesaikan masalah dan tentu saja memiliki keterampilan sesuai bidang yang ditekuni.
70 Persen Praktik, Siswa Lebih Banyak Pegang Alat
Salah satu hal yang cukup menonjol dalam pembelajaran di SMK Taruna Bumi Metro adalah porsi praktik yang lebih besar.
Sekolah menerapkan komposisi sekitar 70 persen praktik dan 30 persen teori, khususnya dalam pembelajaran yang berkaitan dengan kompetensi keahlian.
Artinya, siswa tidak hanya duduk mendengarkan penjelasan guru atau membaca teori dari buku.
Mereka juga diajak langsung berhadapan dengan peralatan, mesin dan berbagai proses pekerjaan yang sesuai dengan kompetensi mereka.
Salah satu kompetensi yang dikembangkan adalah Teknik Kendaraan Ringan.
Di bidang ini, siswa diperkenalkan dengan berbagai keterampilan otomotif secara lebih konkret.
Salah satu praktik yang menjadi bagian pembelajaran adalah overhaul mesin mobil.
Lewat praktik tersebut, siswa belajar memahami mesin secara langsung, mulai dari pemeriksaan, pembongkaran, perawatan hingga memahami kembali sistem kerja mesin.
Pengalaman praktik tersebut kemudian diperkuat dengan latihan mengemudi mobil bagi siswa kelas X.
Sejak awal masuk sekolah, siswa sudah diperkenalkan dengan keterampilan yang punya hubungan langsung dengan kehidupan sehari-hari sekaligus kebutuhan dunia kerja.
Jadi, teori tetap penting. Namun, teori tidak berhenti di papan tulis.
Pengetahuan yang diperoleh siswa langsung diuji melalui praktik.
Teaching Factory Bikin Siswa Makin Dekat dengan Dunia Industri
Bukan hanya praktik di bengkel, SMK Taruna Bumi Metro juga mengembangkan program Teaching Factory atau TEFA.
Program ini dirancang agar pengalaman belajar siswa semakin dekat dengan pola kerja yang ada di industri.
Salah satu keterampilan yang dikembangkan melalui program tersebut adalah pekerjaan logam, termasuk welding atau pengelasan.
Dalam Teaching Factory, siswa tidak hanya dituntut bisa menghasilkan sebuah pekerjaan.
Mereka juga belajar mengenai ketelitian, keselamatan kerja, kedisiplinan, kualitas hasil pekerjaan hingga tanggung jawab terhadap proses.
Dengan begitu, siswa perlahan dibiasakan dengan standar kerja profesional.
Harapannya, ketika benar-benar masuk ke dunia kerja, mereka tidak terlalu kaget dengan ritme dan tuntutan pekerjaan.
Mereka sudah pernah merasakan bagaimana sebuah pekerjaan harus dilakukan dengan teliti, aman dan bertanggung jawab.
UKK Tidak Sekadar Formalitas
Konsep pendidikan berbasis praktik juga terlihat dalam pelaksanaan Uji Kompetensi Keahlian atau UKK.
Setiap tahun, peserta didik mengikuti pengujian kompetensi dengan salah satu paket yang digunakan berupa overhaul mesin mobil.
Pemilihan paket tersebut disesuaikan dengan kompetensi keahlian yang dipelajari siswa selama berada di sekolah.
Dengan cara tersebut, kemampuan siswa diuji melalui pekerjaan yang memang relevan dengan bidang yang mereka tekuni.
Bagi Mahdalena, seluruh proses tersebut pada akhirnya bukan hanya bertujuan membuat siswa lulus.
Lebih jauh, sekolah ingin memastikan lulusan benar-benar memiliki kemampuan yang bisa digunakan setelah menyelesaikan pendidikan.
Kompetensi Teknik Kendaraan Ringan yang dikembangkan SMK Taruna Bumi Metro diarahkan untuk menghasilkan lulusan yang memiliki daya guna dan mampu beradaptasi dengan kebutuhan masyarakat serta dunia kerja.
Berdiri Sejak 1977, Tetap Ikut Berubah
SMK Taruna Bumi Metro berlokasi di Jalan KH Dewantara, Kelurahan Iringmulyo, Kecamatan Metro Timur, Kota Metro.
Sekolah ini berada di belakang Universitas Muhammadiyah Kampus 1 dan sekitar dua kilometer dari pusat Kota Metro.
Perjalanan sejak 1977 membuat SMK Taruna Bumi Metro memiliki pengalaman panjang dalam dunia pendidikan.
Namun, usia bukan alasan untuk berhenti beradaptasi.
Justru perkembangan teknologi dan perubahan kebutuhan industri membuat sekolah harus terus mencari cara agar pendidikan yang diberikan tetap relevan.
Bagi SMK Taruna Bumi Metro, sekolah kejuruan tidak seharusnya hanya menjadi tempat mengejar nilai dan mendapatkan ijazah.
Ada hal yang jauh lebih penting, yakni bagaimana siswa memiliki bekal untuk menjalani kehidupan setelah lulus.
Karena itu, keterampilan bekerja, kemampuan berpikir, komunikasi, kerja sama, kedisiplinan dan kemampuan beradaptasi menjadi bagian yang terus dikembangkan.
Suasana pembelajaran pun dibuat sedekat mungkin dengan pengalaman nyata.
Suara mesin, aktivitas membongkar komponen kendaraan, praktik pengelasan hingga latihan mengemudi menjadi bagian dari proses siswa membangun pengalaman.
Dari sana, kepercayaan diri siswa juga diharapkan ikut tumbuh.
Pada akhirnya, pendidikan vokasi bukan hanya tentang seberapa banyak teori yang mampu dihafalkan siswa.
Lebih penting lagi adalah seberapa jauh ilmu tersebut bisa dipraktikkan dan memberikan manfaat.
Itulah semangat yang terus dijaga SMK Taruna Bumi Metro setelah hampir lima dekade berdiri: membekali siswa dengan skill, karakter dan pengalaman agar mereka tidak hanya siap lulus, tetapi juga siap menghadapi dunia nyata.











