SKYSHI MEDIA – Media sosial kini dipenuhi dengan viral challenge yang dipelopori artis dunia. Dari tantangan menari hingga aksi sosial kreatif, challenge ini seringkali menjadi perbincangan hangat dan mendulang jutaan views dalam hitungan jam. Tapi, apakah semua viral challenge ini benar-benar berdampak, atau sekadar gimmick untuk popularitas?
Menurut pakar media digital, Dr. Fajar Nugroho, banyak challenge yang awalnya menyenangkan ternyata mampu menimbulkan efek positif. “Beberapa challenge mengajak orang berolahraga, berdonasi, atau ikut kampanye sosial, sehingga ada nilai edukatif dan inspiratif,” jelasnya. Namun, Dr. Fajar menekankan pentingnya selektif dalam mengikuti tren agar tidak ikut arus tanpa tujuan.
Tidak sedikit juga challenge yang justru kontroversial, berisiko, atau hanya mengejar sensasi. Misalnya, tantangan ekstrem yang membahayakan diri sendiri, atau gimmick pemasaran produk tertentu yang menyamar sebagai challenge sosial. Fenomena ini menunjukkan bahwa viral challenge bisa menjadi alat pengaruh kuat, baik untuk kebaikan maupun sekadar hiburan sesaat.
Bagi penggemar, kunci menghadapi tren ini adalah kritis dan kreatif. Ikuti challenge yang bermanfaat, ciptakan versi unik yang aman, atau gunakan momentum untuk menyebarkan pesan positif. Dengan begitu, viral challenge tidak sekadar gimmick, tapi bisa jadi sarana ekspresi, kolaborasi, dan dampak sosial nyata.***
