SKYSHI MEDIA – Di tengah derasnya arus notifikasi, media sosial, dan layar yang selalu menyala, banyak orang mulai merasa lelah secara mental. Fenomena ini memunculkan tren baru bernama digital detox—sebuah upaya melepaskan diri dari perangkat digital untuk sementara waktu demi kesehatan fisik dan mental.
Digital detox bukan berarti anti-teknologi, melainkan memberi ruang bagi diri sendiri untuk bernapas tanpa distraksi layar. Cukup sehari tanpa gadget, dampaknya bisa sangat terasa. Pikiran menjadi lebih jernih, tubuh lebih rileks, bahkan tidur lebih nyenyak karena tidak terganggu cahaya biru dari ponsel.
Aktivitas sederhana seperti membaca buku fisik, berjalan santai di taman, menulis jurnal, atau sekadar berbincang dengan orang terdekat dapat menggantikan waktu yang biasanya habis untuk scrolling media sosial. Banyak orang melaporkan bahwa setelah melakukan digital detox, mereka merasa lebih produktif dan fokus saat kembali beraktivitas.
Namun, tidak bisa dipungkiri, tantangan terbesar adalah rasa takut ketinggalan informasi atau FOMO (Fear of Missing Out). Untuk itu, perlu strategi: matikan notifikasi, informasikan pada orang terdekat bahwa Anda sedang offline, dan isi hari dengan kegiatan yang menyenangkan.
Digital detox menjadi pengingat penting: gadget seharusnya membantu hidup, bukan menguasainya. Sesekali memberi jeda dari layar adalah cara sederhana untuk merawat kesehatan mental di era digital.***
