SKYSHI MEDIA – Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) menjadi tulang punggung perekonomian Indonesia. Namun, di era serba digital seperti sekarang, tantangan bagi UMKM bukan hanya soal kualitas produk, melainkan juga bagaimana cara memasarkan produk tersebut agar mampu bersaing di dunia maya. Pertanyaannya, bagaimana strategi jitu agar UMKM bisa go digital dan tetap eksis di tengah derasnya arus persaingan bisnis online?
Mengapa UMKM Harus Go Digital?
Perubahan perilaku konsumen yang lebih banyak berbelanja lewat ponsel membuat UMKM dituntut beradaptasi. Survei terbaru menunjukkan lebih dari 75% konsumen di Indonesia mencari produk melalui internet sebelum melakukan pembelian. Hal ini menandakan bahwa keberadaan digital bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan.
Dengan go digital, UMKM tidak hanya bisa memperluas pasar, tetapi juga mampu membangun brand, meningkatkan penjualan, hingga menghemat biaya promosi. Namun, kuncinya terletak pada strategi pemasaran yang tepat.
Strategi Pemasaran UMKM Agar Bisa Go Digital
1. Manfaatkan Media Sosial sebagai Etalase Online
Media sosial seperti Instagram, TikTok, dan Facebook kini menjadi lapak paling potensial untuk UMKM. Foto produk yang menarik, video pendek kreatif, hingga interaksi dengan konsumen dapat menjadi jurus ampuh meningkatkan penjualan.
Misalnya, UMKM kuliner bisa membuat konten “behind the scene” proses pembuatan makanan yang akan menarik perhatian calon pelanggan. Sementara produk fashion bisa menggunakan influencer lokal agar lebih dikenal luas.
2. Bangun Toko Online di Marketplace
Marketplace seperti Tokopedia, Shopee, dan Lazada sudah menjadi tempat favorit konsumen belanja. UMKM yang bergabung di dalamnya akan mendapatkan akses ke jutaan calon pembeli potensial.
Selain itu, marketplace biasanya memiliki fitur promosi seperti gratis ongkir, diskon musiman, dan iklan berbayar yang bisa dimanfaatkan untuk meningkatkan penjualan.
3. Optimalkan Website dengan SEO
Meski media sosial dan marketplace populer, memiliki website sendiri tetap penting untuk membangun citra profesional. Website bisa menjadi pusat informasi sekaligus toko resmi yang memperkuat identitas brand.
Agar website ramai pengunjung, UMKM perlu memahami teknik SEO (Search Engine Optimization). Dengan SEO, produk lebih mudah ditemukan di Google ketika konsumen mencari kata kunci tertentu.
4. Gunakan Iklan Digital yang Tepat Sasaran
Beriklan di media sosial atau Google Ads kini jauh lebih terjangkau dibandingkan iklan konvensional. UMKM bisa menentukan target audiens berdasarkan lokasi, usia, hingga minat konsumen.
Dengan strategi yang matang, modal kecil pun bisa menghasilkan keuntungan besar. Contohnya, UMKM minuman kekinian bisa menargetkan iklan pada anak muda usia 18–25 tahun di sekitar area kampus.
5. Bangun Komunitas dan Interaksi dengan Konsumen
Digital marketing bukan hanya soal jualan, tetapi juga soal membangun hubungan. UMKM bisa membuat grup WhatsApp pelanggan, mengadakan giveaway, atau sekadar membalas komentar konsumen dengan ramah.
Interaksi ini akan menciptakan loyalitas, sehingga konsumen tidak hanya sekali membeli, tetapi berulang kali.
6. Manfaatkan Konten Kreatif dan Storytelling
Konten adalah raja. Produk UMKM akan lebih mudah diterima jika dikemas dengan cerita menarik. Misalnya, produk kerajinan bisa bercerita tentang proses handmade dan nilai budaya di baliknya.
Selain itu, konten video pendek seperti TikTok reels atau Instagram story bisa menjadi sarana efektif untuk menarik perhatian dalam waktu singkat.
7. Gunakan Fitur Pembayaran Digital
UMKM yang menyediakan berbagai metode pembayaran digital seperti QRIS, e-wallet, atau transfer bank lebih disukai konsumen karena praktis. Selain itu, transaksi digital juga lebih aman dan memudahkan pencatatan keuangan.
8. Analisis Data untuk Evaluasi
Setiap platform digital memiliki fitur analitik yang bisa digunakan UMKM untuk mengevaluasi strategi pemasaran. Data seperti jumlah pengunjung, produk terlaris, hingga perilaku konsumen sangat berguna untuk menyusun strategi berikutnya.
Dengan menganalisis data, UMKM bisa lebih tepat sasaran dalam memasarkan produk dan menghindari kerugian.
Tantangan UMKM dalam Transformasi Digital
Meski peluangnya besar, masih banyak UMKM yang ragu untuk go digital. Kendala utama biasanya keterbatasan pengetahuan teknologi, biaya, dan akses internet.
Namun, berbagai pelatihan digital dari pemerintah maupun swasta kini semakin mudah diakses. Bahkan banyak platform marketplace dan media sosial yang menyediakan kelas gratis untuk membantu UMKM meningkatkan kemampuan digital marketing.
Go digital bukan sekadar tren, tetapi kunci agar UMKM bisa bertahan dan berkembang di era modern. Dengan strategi pemasaran yang tepat – mulai dari media sosial, marketplace, SEO, iklan digital, hingga analisis data – UMKM Indonesia berpeluang besar menembus pasar global.
Seperti kata pepatah, siapa yang cepat beradaptasi, dialah yang akan bertahan. Maka, sudah saatnya UMKM Indonesia mengambil langkah besar menuju digital agar bisa naik kelas dan mendunia.***













