SKYSHI MEDIA – Jika dulu liburan identik dengan bepergian bersama keluarga atau teman, kini tren baru muncul di kalangan Gen Z: solo traveling. Fenomena ini bukan hanya sekadar gaya hidup, tetapi juga bentuk pencarian jati diri, kebebasan, dan pengalaman autentik.
Menurut survei perjalanan digital, minat generasi muda untuk menjelajah sendirian meningkat drastis dalam lima tahun terakhir. Gen Z menganggap solo traveling sebagai cara untuk keluar dari zona nyaman, bertemu orang baru, sekaligus memperluas perspektif hidup.
Platform perjalanan seperti Skyshi mencatat bahwa peminat solo traveling banyak mencari destinasi yang aman, ramah, dan punya daya tarik unik, mulai dari kota bersejarah, desa wisata, hingga destinasi alam yang menantang. Tidak hanya itu, Gen Z juga aktif membagikan pengalaman mereka lewat media sosial, membuat tren ini semakin viral.
“Solo traveling memberi rasa percaya diri dan kemandirian yang luar biasa. Banyak anak muda yang pulang bukan hanya dengan foto indah, tapi juga dengan pengalaman hidup yang tak ternilai,” ujar salah satu travel influencer yang kerap menggunakan Skyshi.
Dengan meningkatnya tren ini, industri pariwisata pun beradaptasi. Banyak hotel, hostel, hingga layanan transportasi menawarkan paket ramah solo traveler. Ke depan, diprediksi tren ini akan terus berkembang seiring meningkatnya kesadaran Gen Z terhadap pentingnya pengalaman personal dalam perjalanan.***



















