Traveling Sambil Kerja? Skyshi Kupas Tren Digital Nomad

SKYSHI MEDIA – Fenomena digital nomad semakin booming dalam beberapa tahun terakhir, terutama setelah pandemi membuat kerja jarak jauh jadi lebih umum. Kini, bekerja tak lagi harus terikat dengan meja kantor, melainkan bisa dilakukan sambil menikmati pemandangan pantai, pegunungan, hingga kafe-kafe estetik di berbagai kota.

Digital nomad adalah gaya hidup yang menggabungkan pekerjaan dengan traveling. Dengan hanya bermodalkan laptop, internet stabil, dan manajemen waktu yang baik, para pekerja ini bisa menghasilkan uang sambil berpindah-pindah lokasi. Fenomena ini sangat diminati generasi muda yang mendambakan kebebasan sekaligus produktivitas.

Di Asia Tenggara, tren ini berkembang pesat. Bali misalnya, menjadi salah satu destinasi favorit digital nomad dunia berkat coworking space yang menjamur, komunitas internasional yang hangat, serta biaya hidup yang relatif terjangkau. Selain itu, kota seperti Chiang Mai (Thailand) dan Ho Chi Minh (Vietnam) juga jadi magnet bagi pekerja digital global.

Namun, hidup sebagai digital nomad bukan tanpa tantangan. Kendala jaringan internet, perbedaan zona waktu dengan klien, hingga kesepian di tengah perjalanan menjadi realita yang harus dihadapi. Meski begitu, banyak yang menganggap semua tantangan itu terbayar dengan pengalaman unik, jejaring global, dan kesempatan mengenal budaya baru.

Skyshi menyoroti bahwa tren ini bukan sekadar gaya hidup, melainkan juga menciptakan peluang ekonomi baru. Destinasi wisata kini menyesuaikan diri dengan kebutuhan digital nomad, mulai dari menyediakan ruang kerja bersama, akomodasi ramah pekerja jarak jauh, hingga komunitas kreatif yang mendukung kolaborasi lintas negara.

Tren ini diprediksi akan terus berkembang seiring semakin fleksibelnya sistem kerja di era digital. Jadi, apakah kamu siap meninggalkan meja kantor dan menjelajahi dunia sambil tetap produktif?***