SKYSHI MEDIA – Di era perjalanan cepat dengan pesawat dan mobil pribadi, kereta api tetap punya tempat istimewa di hati banyak orang. Bukan sekadar moda transportasi, naik kereta menghadirkan pengalaman yang romantis sekaligus penuh nostalgia.
Deru roda besi yang berpacu di atas rel, pemandangan sawah membentang, hingga interaksi hangat dengan sesama penumpang menjadi cerita yang sulit tergantikan. “Kereta itu bukan hanya alat transportasi, tapi juga ruang di mana orang bisa merenung, berbincang, dan merasakan perjalanan secara utuh,” ujar Rini Anggraeni, travel blogger yang sering menjelajahi Indonesia dengan kereta api, Senin (19/8).
Di banyak negara, kereta bahkan dianggap sebagai bagian dari romansa perjalanan. Jepang dengan shinkansen, Eropa dengan rail pass-nya, hingga Indonesia dengan kereta api jarak jauh yang semakin modern namun tetap menyimpan nuansa klasik. Tak sedikit pula pasangan yang memilih traveling dengan kereta karena suasananya lebih intim dan santai.
Selain romantis, kereta juga membangkitkan nostalgia. Bagi banyak orang, naik kereta mengingatkan pada perjalanan masa kecil, mudik Lebaran, atau perjalanan panjang bersama keluarga. Kini, dengan fasilitas yang semakin nyaman – dari AC, kursi ergonomis, hingga layanan makanan – kereta menawarkan kombinasi antara modernitas dan kenangan masa lalu.
“Kalau naik pesawat, kita hanya melihat awan. Tapi kalau naik kereta, kita melihat kehidupan,” tambah Rini. Itulah yang membuat kereta tetap istimewa: perjalanan menjadi pengalaman, bukan sekadar perpindahan tempat.***
