SKYSHI MEDIA – Gaya hidup digital nomad semakin digemari oleh generasi muda yang ingin menggabungkan kerja dan petualangan. Bagi mereka, bekerja tidak lagi terbatas di kantor, melainkan bisa dilakukan dari kafe di Bali, co-working space di Lisbon, atau rumah pohon di Chiang Mai. Aktivitas traveling pun menyatu dengan pengalaman kuliner yang unik dan autentik.
Digital nomad biasanya mencari destinasi yang mendukung koneksi internet cepat, biaya hidup terjangkau, dan komunitas kreatif. Selain bekerja, mereka menjelajahi kuliner lokal sebagai bagian dari eksplorasi budaya. Dari street food Thailand yang pedas hingga seafood segar di kepulauan Indonesia, pengalaman makan menjadi bagian dari cerita perjalanan yang dibagikan di media sosial.
Fenomena ini mendorong lahirnya tren baru dalam industri pariwisata dan kuliner. Kafe, restoran, dan coworking space kini beradaptasi dengan kebutuhan digital nomad, menawarkan wifi stabil, menu sehat, dan suasana inspiratif untuk bekerja sekaligus menikmati kuliner. Selain itu, platform digital memudahkan mereka untuk menemukan rekomendasi tempat, berbagi pengalaman, dan membangun komunitas lintas negara.
Gaya hidup ala digital nomad tidak hanya soal bebas secara geografis, tetapi juga tentang menghidupkan pengalaman baru, memadukan kerja, dan menjelajahi dunia kuliner. Tren ini memperlihatkan bagaimana kerja fleksibel dan travel bisa menjadi kombinasi yang menyenangkan, produktif, dan inspiratif.***













