SKYSHI MEDIA – Siapa sangka, kawasan bersejarah bisa kembali menjadi primadona anak muda? Kota Tua Jakarta belakangan ini semakin ramai dikunjungi, bukan hanya oleh wisatawan lokal tapi juga turis mancanegara. Nuansa klasik bangunan kolonial, ditambah sentuhan modern dari kafe kekinian hingga spot foto unik, menjadikan Kota Tua destinasi favorit yang “Instagramable” abis.
Bukan hanya sekadar jalan-jalan, pengunjung juga bisa merasakan perpaduan budaya, sejarah, dan hiburan dalam satu area. Museum Fatahillah, Toko Merah, hingga Jembatan Kota Intan jadi spot ikonik yang kini semakin populer di media sosial. Ditambah lagi, banyak komunitas kreatif yang menggelar pertunjukan musik jalanan, pameran seni, hingga tur sejarah interaktif yang bikin pengalaman semakin seru.
Menurut data Dinas Pariwisata, jumlah kunjungan ke Kota Tua meningkat signifikan sejak 2023. Faktor utamanya adalah tren wisata urban yang digerakkan oleh media sosial, di mana orang berburu tempat estetik untuk konten. Tak heran, foto berlatar bangunan bergaya Belanda dengan outfit kekinian kini banyak bertebaran di Instagram dan TikTok.
Selain itu, revitalisasi kawasan juga menambah daya tarik Kota Tua. Trotoar lebih ramah pejalan kaki, banyak tenant kuliner baru, hingga fasilitas transportasi umum yang makin mudah diakses. Kombinasi sejarah dan modernitas ini menjadikan Kota Tua tak hanya sekadar “tempat wisata,” tapi juga pusat gaya hidup urban.
Dengan segala daya tariknya, Kota Tua kini kembali hidup—bukan hanya sebagai saksi sejarah, tapi juga sebagai panggung gaya hidup anak muda masa kini.***
