SKYSHI MEDIA – Mobil otonom atau self-driving car telah menjadi topik hangat di industri otomotif global. Kendaraan yang mampu mengemudi sendiri tanpa campur tangan manusia ini menawarkan janji keselamatan, efisiensi, dan kenyamanan. Namun, seberapa dekat teknologi ini bisa diterapkan di jalanan Indonesia?
Menurut pakar transportasi Dr. Arif Nugroho, tantangan terbesar di Indonesia adalah infrastruktur dan regulasi. “Jalan yang padat, kondisi lalu lintas yang dinamis, dan perilaku pengendara yang bervariasi membuat sistem self-driving harus sangat adaptif,” jelasnya.
Beberapa produsen kendaraan global memang telah melakukan uji coba di negara dengan infrastruktur lebih stabil, seperti Amerika Serikat dan Jepang. Di Indonesia, pengembangan masih terbatas pada penelitian, prototipe, dan simulasi di lingkungan terkendali.
Selain teknologi, aspek hukum dan etika juga menjadi perhatian. Regulasi terkait tanggung jawab kecelakaan, sertifikasi kendaraan, dan integrasi dengan transportasi publik harus matang sebelum self-driving car bisa meluncur di jalan umum.
Meski tantangan masih besar, kemajuan teknologi AI, sensor, dan komunikasi kendaraan terus mendekatkan realitas mobil otonom. Dengan persiapan matang, masa depan transportasi Indonesia bisa menghadirkan mobil yang lebih aman, efisien, dan ramah lingkungan.***



















