SKYSHI MEDIA – Sejak lama, Mars menjadi planet tujuan utama eksplorasi manusia. Dengan julukan Planet Merah, ia memancing rasa penasaran para ilmuwan: apakah ada kehidupan di sana, dan bisakah manusia suatu hari menetap di permukaannya? Kini, lewat berbagai misi antariksa, kita semakin dekat memahami rahasia Mars.
Salah satu pencapaian terbesar adalah keberhasilan mendaratkan rover seperti Curiosity dan Perseverance yang meneliti tanah, batuan, hingga atmosfer Mars. Temuan penting mengungkap adanya jejak air purba yang mengalir miliaran tahun lalu. Hal ini membuka peluang besar bahwa kehidupan mikro pernah ada di sana.
Selain itu, misi seperti Ingenuity, helikopter mini NASA, berhasil terbang di atmosfer Mars yang tipis—sebuah terobosan sains yang membuktikan kemungkinan penerbangan udara di planet lain. Tak hanya Amerika, Eropa, China, hingga Uni Emirat Arab juga berlomba meluncurkan misi Mars, menunjukkan bahwa eksplorasi ini adalah agenda global.
Namun, tantangan masih besar. Radiasi kosmik, jarak tempuh 6–9 bulan, dan kebutuhan teknologi penopang hidup menjadi hambatan utama bagi misi berawak ke Mars. Meski begitu, penelitian berlanjut, dengan visi besar: suatu hari manusia mungkin benar-benar menginjakkan kaki di sana.
Mars bukan sekadar tujuan ilmiah, tapi juga simbol harapan umat manusia untuk menjelajah lebih jauh dan memahami tempat kita di alam semesta.***



















