SKYSHI MEDIA – New York kembali jadi sorotan dunia setelah secara resmi menerjunkan robot anjing polisi untuk membantu menjaga keamanan kota. Teknologi yang dulunya hanya bisa dilihat dalam film fiksi ilmiah ini kini benar-benar hadir di jalanan, lengkap dengan kamera canggih, sensor pintar, dan kemampuan bergerak lincah layaknya anjing sungguhan. Tapi pertanyaannya, apakah kehadiran robot ini membuat warga merasa lebih aman atau justru merinding karena kesannya menyeramkan?
Teknologi Canggih yang Jadi Nyata
Robot anjing polisi yang digunakan di New York ini dikenal dengan nama Digidog, dikembangkan oleh perusahaan robotika ternama Boston Dynamics. Dilengkapi kamera 360 derajat, sensor termal, serta mikrofon dengan sensitivitas tinggi, robot ini bisa beroperasi di tempat-tempat berbahaya yang sulit dijangkau manusia.
Dengan kaki-kakinya yang bisa melompat, menunduk, bahkan menaiki tangga, Digidog mampu menjelajah gang sempit, gedung bertingkat, atau lokasi berbahaya tanpa perlu mengorbankan nyawa petugas kepolisian. Tak hanya itu, sistem kecerdasan buatan (AI) di dalamnya mampu mengenali objek, mendeteksi pergerakan mencurigakan, bahkan mengirim laporan secara real time ke pusat kontrol.
Manfaat Nyata di Lapangan
Polisi New York mengklaim robot anjing ini bisa menjadi game changer dalam dunia keamanan. Mereka sudah beberapa kali mengujinya untuk situasi darurat, misalnya saat ada ancaman bom, penyanderaan, atau kebakaran di area gedung. Dengan mengirim Digidog terlebih dahulu, risiko yang dihadapi petugas manusia bisa diminimalisir.
Selain itu, robot ini juga bisa membantu mengatur kerumunan, memantau demo besar, hingga menjaga area publik. Fungsi utamanya bukan untuk menggantikan polisi, melainkan menjadi mata tambahan yang bekerja tanpa lelah. Dengan begitu, fokus polisi manusia bisa tetap pada penanganan taktis dan komunikasi dengan masyarakat.
Pro dan Kontra di Kalangan Warga
Meski terlihat keren, penggunaan robot anjing polisi ini menimbulkan banyak perdebatan. Sebagian warga merasa teknologi ini futuristik dan bisa meningkatkan keamanan kota. Mereka menilai kehadiran Digidog sebagai langkah maju yang bisa mengurangi risiko korban jiwa di pihak kepolisian.
Namun, tidak sedikit juga yang merasa ngeri. Bentuknya yang menyerupai anjing, tetapi dengan wajah kamera dan gerakan kaku, dianggap lebih menyeramkan daripada menenangkan. Kritik lain datang dari aktivis HAM yang khawatir penggunaan robot polisi bisa mengarah ke militerisasi kepolisian. Ada pula yang mempertanyakan soal privasi, mengingat robot ini dilengkapi kamera canggih yang bisa merekam warga secara terus-menerus.
Dunia Menuju Era Polisi Robot?
Penggunaan Digidog di New York seakan menjadi sinyal bahwa era polisi robot bukan lagi sekadar imajinasi. Beberapa negara lain mulai tertarik menguji teknologi serupa. Di Singapura misalnya, robot anjing pernah dipakai untuk memantau kepatuhan warga terhadap aturan jarak sosial saat pandemi COVID-19.
Perkembangan ini menimbulkan pertanyaan besar: apakah ke depan polisi manusia akan benar-benar digantikan oleh robot? Para ahli meyakinkan bahwa tujuan utama teknologi ini bukanlah menggusur pekerjaan manusia, melainkan memberikan perlindungan tambahan di situasi berbahaya. Namun, kita tidak bisa menutup mata bahwa penggunaan robot dalam sektor keamanan bisa memicu perdebatan etis yang semakin panas.
Serem atau Keren, Tergantung Sudut Pandang
Robot anjing polisi jelas menghadirkan dua sisi yang berbeda. Dari sisi teknologi, ini adalah inovasi menakjubkan yang membuktikan betapa cepatnya kecerdasan buatan berkembang. Dari sisi sosial, kehadirannya menimbulkan pertanyaan: apakah manusia siap hidup berdampingan dengan robot yang memiliki peran vital dalam menjaga ketertiban?
Bagi sebagian orang, Digidog adalah simbol masa depan kota pintar, di mana keamanan didukung penuh oleh teknologi. Namun bagi yang lain, ia bisa dianggap sebagai ancaman tersembunyi yang membuat interaksi manusia terasa semakin dingin dan tanpa empati.
Robot anjing polisi di New York jelas mengundang rasa penasaran, kagum, sekaligus takut. Apakah ini langkah awal menuju dunia yang lebih aman, atau justru masa depan yang menyeramkan dengan kehadiran mesin di setiap sudut jalan? Satu hal yang pasti, teknologi seperti ini akan terus berkembang, dan cepat atau lambat, masyarakat harus siap menerima perubahan besar ini.
Jadi, menurut Anda sendiri, kehadiran robot anjing polisi ini lebih terasa serem atau keren?***













