Energi Terbarukan: Tenaga Surya vs Angin

banner 468x60

SKYSHI MEDIA – Ketergantungan dunia pada energi fosil semakin dipandang tidak berkelanjutan. Selain menipis, penggunaannya juga berdampak besar pada perubahan iklim. Sebagai alternatif, energi terbarukan hadir dengan berbagai bentuk, di antaranya tenaga surya dan tenaga angin yang kini menjadi primadona dalam transisi energi global.

Tenaga surya memanfaatkan cahaya matahari melalui panel fotovoltaik yang mampu mengubah sinar menjadi listrik. Keunggulannya adalah ketersediaan sinar matahari yang melimpah, terutama di negara tropis seperti Indonesia. Instalasi panel surya relatif mudah, bahkan bisa diterapkan di atap rumah tangga. Namun, tantangannya terletak pada efisiensi di saat malam hari atau ketika cuaca mendung, sehingga membutuhkan penyimpanan energi tambahan.

banner 336x280

Sementara itu, tenaga angin bekerja dengan turbin yang mengubah hembusan angin menjadi energi listrik. Sumber energi ini sangat efektif di wilayah dengan kecepatan angin konsisten, seperti daerah pesisir atau dataran tinggi. Kendati demikian, pembangunan turbin angin membutuhkan lahan luas dan biaya awal yang cukup tinggi, serta terkadang menimbulkan kontroversi terkait dampak visual maupun lingkungan.

Keduanya memiliki potensi besar, dan sering kali dipandang bukan sebagai pesaing, melainkan sebagai kombinasi yang saling melengkapi. Negara-negara maju bahkan mulai mengintegrasikan tenaga surya dan angin dalam satu sistem untuk menjamin ketersediaan energi sepanjang waktu.

Di tengah krisis iklim, pertanyaan bukan lagi “mana yang lebih baik”, melainkan “bagaimana memaksimalkan keduanya.” Energi terbarukan adalah masa depan, dan tenaga surya serta angin merupakan ujung tombak yang akan membawa dunia menuju energi bersih.***

banner 336x280