AI dalam Dunia Jurnalistik: Apakah Wartawan Akan Digantikan?

SKYSHI MEDIA  – Kehadiran kecerdasan buatan (AI) kian merambah berbagai sektor, termasuk dunia jurnalistik. Dari menulis berita berbasis data, menyajikan analisis cepat, hingga membuat ringkasan panjang dalam hitungan detik, AI seolah menjadi “asisten” baru bagi redaksi. Namun, muncul pertanyaan besar: apakah wartawan suatu hari benar-benar akan digantikan oleh mesin?

Sejumlah media global telah menggunakan AI untuk menulis berita rutin, seperti laporan keuangan, hasil pertandingan olahraga, hingga perkembangan cuaca. AI menawarkan kecepatan dan akurasi data yang sulit disaingi manusia. Namun, para pakar menegaskan, ada batas yang tidak bisa ditembus algoritma: intuisi, empati, dan kemampuan wartawan menggali cerita di balik angka.

“AI sangat membantu untuk tugas teknis, tapi jurnalisme sejati membutuhkan sentuhan manusia. Tidak ada mesin yang bisa duduk bersama narasumber, merasakan suasana, dan membangun kepercayaan,” ujar seorang editor senior media nasional.

Meski demikian, tak dapat dipungkiri AI juga memengaruhi cara kerja newsroom. Wartawan kini dituntut beradaptasi, memanfaatkan teknologi untuk mempercepat riset, mengolah data besar, hingga memverifikasi informasi. Alih-alih ancaman, AI bisa menjadi alat yang memperkuat kualitas pemberitaan jika digunakan dengan bijak.

Pertanyaannya bukan lagi “apakah AI akan menggantikan wartawan,” melainkan “sejauh mana wartawan siap berkolaborasi dengan AI.” Dunia jurnalistik di masa depan kemungkinan besar akan menjadi simbiosis: mesin menangani pekerjaan cepat berbasis data, sementara wartawan tetap memegang kendali pada sisi humanis, kritis, dan etis.***