Tanggamus Siaga! Polres Gelar Simulasi Tanggap Bencana Tsunami di Pantai Muara Indah

banner 468x60

SKYSHI MEDIA– Upaya antisipasi potensi bencana hidrometeorologi terus digencarkan oleh Polres Tanggamus bersama Pemerintah Kabupaten Tanggamus. Rabu (5/11/2025), ratusan personel dari berbagai instansi tampak memadati kawasan Pantai Muara Indah, Kota Agung, untuk mengikuti apel siaga dan simulasi tanggap bencana yang diselenggarakan secara kolaboratif antara Polres Tanggamus, BMKG, Basarnas, BPBD, serta sejumlah lembaga dan relawan kebencanaan.

Acara ini menjadi bentuk kesiapan nyata dalam menghadapi ancaman gempa bumi dan tsunami yang berpotensi melanda kawasan pesisir selatan Provinsi Lampung, termasuk wilayah Kabupaten Tanggamus. Dengan kondisi geografis yang berada di garis pantai dan berdekatan dengan zona subduksi, wilayah ini memang tergolong rawan terhadap bencana alam yang dipicu aktivitas tektonik maupun cuaca ekstrem.

banner 336x280

Kapolres Tanggamus AKBP Rahmad Sujarmiko, S.I.K., M.H., dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan ini bukan sekadar seremonial, melainkan bentuk latihan gabungan lintas instansi yang bertujuan memastikan seluruh pihak siap bergerak cepat ketika situasi darurat benar-benar terjadi.

“Kami terus berkoordinasi dengan Pemkab Tanggamus, BMKG, TNI, Basarnas, serta BPBD dalam memastikan kesiapan personel, sarana dan prasarana, serta jalur evakuasi masyarakat pesisir. Ada sebanyak 229 personel yang terlibat langsung dalam apel siaga dan simulasi hari ini,” ujar AKBP Rahmad.

Kapolres juga mengingatkan masyarakat agar tidak panik namun tetap waspada terhadap potensi bencana, khususnya yang tinggal di kawasan pesisir. Ia menegaskan pentingnya memahami titik kumpul dan jalur evakuasi di daerah dataran tinggi, serta selalu mengikuti informasi resmi dari pemerintah atau BMKG, bukan dari sumber tidak terpercaya.

“Kesiapsiagaan bukan berarti menakut-nakuti, tapi agar kita semua siap dan tahu apa yang harus dilakukan jika bencana benar-benar datang. Jangan abaikan sirene peringatan dini atau imbauan petugas,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Tanggamus, Irvan Wahyudi, menjelaskan bahwa kegiatan simulasi ini juga menjadi sarana evaluasi sinergi lintas sektor dalam menghadapi bencana besar. Menurutnya, salah satu tantangan utama di lapangan adalah keterpaduan peran antarinstansi dan kecepatan koordinasi saat situasi darurat.

“Lewat simulasi ini, setiap pihak yang terlibat — mulai dari TNI, Polri, relawan, hingga aparat desa — dilatih untuk tahu persis siapa yang melakukan apa, ke mana harus bergerak, dan bagaimana berkomunikasi saat bencana terjadi. Ini penting agar tidak terjadi kebingungan di lapangan,” ungkap Irvan.

Ia juga menyoroti pentingnya edukasi publik agar masyarakat memahami potensi bencana megathrust yang dapat memicu tsunami besar di pesisir Tanggamus. “Potensi gempa megathrust memang nyata, dan tidak bisa diabaikan. Karena itu, langkah preventif seperti simulasi ini wajib dilakukan secara rutin,” tegasnya.

Dalam kegiatan tersebut, peserta simulasi menjalani serangkaian latihan mulai dari deteksi dini gempa bumi, bunyi sirene peringatan tsunami, hingga evakuasi masyarakat ke titik aman di perbukitan sekitar Pantai Muara Indah. Tim gabungan dari TNI, Polri, Basarnas, Damkar, Satpol PP, Dinas Perhubungan, PMI, Tagana, RAPI, dan relawan Destana ikut berpartisipasi aktif dalam skenario penyelamatan korban, penanganan luka ringan, serta pengaturan lalu lintas evakuasi.

Selain menjadi latihan kesiapsiagaan, kegiatan ini juga menjadi ajang memperkuat kolaborasi antarinstansi. Dengan sistem komunikasi terpadu, seluruh elemen mampu berkoordinasi cepat dan efisien, memastikan penanganan bencana bisa dilakukan dengan tepat waktu dan terarah.

Dandim 0424 Tanggamus Letkol Inf Dwi Djunaidi Mulyono yang turut hadir dalam apel tersebut menyampaikan apresiasi atas kesiapan seluruh pihak. “Kesiapsiagaan ini penting untuk membangun kepercayaan masyarakat bahwa aparat siap melindungi dan mengevakuasi mereka dalam kondisi apapun. Bencana tidak bisa diprediksi, tapi mitigasi bisa disiapkan sejak dini,” ucapnya.

Apel siaga dan simulasi diakhiri dengan evaluasi lapangan oleh tim pengawas dari BPBD dan Polres Tanggamus. Evaluasi ini akan menjadi dasar penyusunan protokol tanggap darurat yang lebih efektif di masa mendatang. Pemerintah daerah juga berkomitmen memperkuat infrastruktur mitigasi bencana, termasuk pemasangan rambu evakuasi baru dan pelatihan masyarakat di desa pesisir.

Kegiatan ini diharapkan tidak hanya menjadi rutinitas tahunan, tetapi benar-benar membentuk budaya tanggap bencana di tengah masyarakat. Dengan kesadaran dan kesiapan bersama, risiko korban dan kerugian akibat bencana di Tanggamus dapat ditekan seminimal mungkin.***

banner 336x280