Seni Menemukan “Ciri Khas” dalam Karya Kreatif

SKYSHI MEDIA – Di tengah derasnya arus karya kreatif yang terus bermunculan, menemukan “ciri khas” menjadi tantangan sekaligus kebutuhan bagi para seniman, penulis, desainer, hingga musisi. Tanpa identitas yang kuat, karya mudah larut dalam keramaian tren yang silih berganti.

“Ciri khas adalah tanda tangan seorang kreator. Itu yang membuat karyanya dikenali bahkan tanpa menyebut nama pembuatnya,” ungkap Rendra Nugroho, kurator seni kontemporer, dalam sebuah diskusi kreatif di Jakarta, Selasa (19/8).

Proses menemukan ciri khas tidak terjadi dalam semalam. Ia membutuhkan eksplorasi panjang, keberanian mencoba, hingga refleksi mendalam. Beberapa langkah yang bisa ditempuh para kreator antara lain:

  1. Menggali Inspirasi Personal – pengalaman hidup sering menjadi sumber autentisitas.
  2. Membiasakan Eksperimen – mencoba teknik, gaya, atau medium baru membuka jalan ke arah yang unik.
  3. Konsistensi dalam Berkarya – ciri khas lahir dari pengulangan yang konsisten, bukan sekali coba.
  4. Refleksi dan Kritik – mendengarkan masukan sekaligus berani mempertahankan nilai personal.
  5. Tidak Takut Beda – terkadang keunikan justru lahir dari hal yang dianggap “aneh” oleh banyak orang.

“Ciri khas bukan sekadar gaya visual atau suara musik. Ia adalah cermin kepribadian dan sudut pandang sang kreator terhadap dunia,” tambah Rendra.

Dengan memiliki ciri khas, karya tidak hanya diingat, tapi juga memiliki jejak otentik yang bisa melintasi waktu dan tren.***