SKYSHI MEDIA – Di era serba cepat dan kompetitif, kemampuan berpikir kreatif atau yang sering disebut “out of the box” menjadi salah satu kunci penting untuk bertahan dan berkembang. Namun, banyak orang yang mengira bahwa kreativitas adalah bakat bawaan. Faktanya, cara berpikir kreatif bisa dilatih dan diasah.
Berpikir “out of the box” berarti berani keluar dari pola lama dan menemukan solusi tak biasa untuk sebuah masalah. Dalam dunia kerja, kemampuan ini sangat dihargai, terutama di industri kreatif, teknologi, hingga bisnis rintisan.
Psikolog kognitif menekankan bahwa kebiasaan sederhana seperti sering membaca buku dari genre berbeda, berdiskusi dengan orang di luar lingkaran pertemanan, hingga menantang diri mencoba hal baru, bisa membuka jalan bagi pola pikir yang lebih luas.
Beberapa perusahaan global bahkan menyediakan sesi khusus “creative thinking workshop” bagi karyawannya. Tujuannya jelas: melatih otak agar lebih fleksibel dalam mencari solusi dan beradaptasi dengan perubahan.
Selain itu, aktivitas seperti bermain musik, menggambar, menulis bebas, atau sekadar mengamati hal-hal kecil di sekitar juga bisa merangsang ide-ide segar. Seorang ahli inovasi bahkan menyebutkan, “Semakin sering kita melatih otak untuk melihat dari sudut pandang berbeda, semakin mudah kita menemukan ide orisinal.”
Melatih seni berpikir kreatif bukan hanya bermanfaat untuk pekerjaan, tapi juga kehidupan sehari-hari. Dari mencari cara belajar yang lebih efektif, mengatur keuangan pribadi, hingga menemukan solusi praktis dalam masalah rumah tangga—semua bisa lebih mudah jika kita terbiasa berpikir di luar kebiasaan.***
