SKYSHI MEDIA- Keberagaman suku dan budaya di Provinsi Lampung kembali ditegaskan sebagai kekuatan utama dalam mendorong pembangunan daerah. Hal ini tercermin dalam kegiatan silaturahmi dan halal bihalal yang digelar Paguyuban Pasundan Provinsi Lampung.
Ketua Paguyuban Pasundan Lampung, Abdul Hakim, mengajak seluruh warga Sunda di perantauan untuk terus berkontribusi nyata bagi pembangunan daerah yang dikenal dengan julukan Sang Bumi Ruwa Jurai.
Menurutnya, pertemuan ini bukan sekadar ajang berkumpul, tetapi menjadi sarana mempererat ukhuwah dan memperkuat peran masyarakat Sunda dalam kehidupan sosial dan pembangunan di Lampung.
“Momentum ini harus menjadi wasilah untuk memperkokoh kebersamaan serta mengawal pembangunan di Provinsi Lampung,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, Abdul Hakim juga menekankan pentingnya menghidupkan filosofi luhur masyarakat Sunda, yakni Silih Asah, Silih Asih, dan Silih Asuh.
Ia menjelaskan, Silih Asah berarti saling mencerdaskan dan berbagi pengetahuan, Silih Asih mengandung makna saling menyayangi dan mempererat silaturahmi, sementara Silih Asuh berarti saling melindungi dan menguatkan satu sama lain.
Menurutnya, nilai-nilai tersebut tidak boleh berhenti sebagai slogan semata, tetapi harus diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat luas.
Lampung Rumah Bersama
Abdul Hakim menegaskan bahwa bagi masyarakat Sunda yang merantau, Lampung bukan sekadar tempat mencari nafkah, melainkan telah menjadi rumah kedua yang harus dijaga dan dibangun bersama.
“Lampung adalah rumah kita bersama, tempat yang kita cintai dan banggakan,” tegasnya.
Ia juga mengingatkan bahwa keberagaman yang ada di Lampung menuntut masyarakat tidak hanya hidup berdampingan, tetapi juga saling mendukung dan memajukan satu sama lain.
“Mari kita teguhkan semangat guyub, dalam persaudaraan, kebersamaan, dan kontribusi nyata bagi kemajuan Lampung,” pungkasnya.
Kegiatan ini turut diisi dengan pelantikan organisasi perempuan Pasundan Istri (PASI) Provinsi Lampung. Nana Nasilah didaulat sebagai Ketua PASI yang baru.
Ketua panitia kegiatan, Dedeh Kurniasih, menyebutkan bahwa acara ini dihadiri sekitar 200 undangan serta dirangkaikan dengan tausyiah dan pertunjukan seni budaya Sunda.
Sementara itu, Staf Ahli Gubernur Lampung Bidang Pemerintahan, Hukum, dan Politik, Yanyan Ruchyansyah, memberikan apresiasi atas peran aktif Paguyuban Pasundan dalam menjaga silaturahmi dan melestarikan budaya Sunda di Lampung.
“Paguyuban Pasundan menjadi wadah penting untuk mempererat persaudaraan sekaligus mengenalkan budaya Sunda di tengah keberagaman Lampung,” ujarnya.
Melalui kegiatan ini, Paguyuban Pasundan menegaskan komitmennya untuk terus berkontribusi dalam pembangunan daerah, dengan mengedepankan nilai kebersamaan, gotong royong, dan harmoni antarbudaya.***













