SKYSHI MEDIA- Panen perdana bawang putih berkualitas Grade A berhasil dilaksanakan di Pekon Datarajan, Kecamatan Ulubelu, Kabupaten Tanggamus. Keberhasilan tersebut menjadi tonggak awal pengembangan komoditas bawang putih di wilayah tersebut sekaligus mendukung program ketahanan pangan nasional.
Panen Raya Serentak Komoditas Bawang Putih yang digelar pada Selasa (4/8/2026) dihadiri langsung oleh Bupati Tanggamus Drs. H. Moh. Saleh Asnawi, M.A., M.H., bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), perangkat daerah, serta para petani binaan Polres Tanggamus.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kapolres Tanggamus AKBP Rahmat Sujatmiko, Ketua DPRD Kabupaten Tanggamus Agung Setyo Utomo, perwakilan Kodim 0424/Tanggamus, Kejaksaan Negeri Tanggamus, PGE Ulubelu, para Pejabat Utama Polres Tanggamus, serta para Kapolsek jajaran.
Bupati juga didampingi Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Tanggamus Suhartono, jajaran Dinas Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan, dan Hortikultura (KPTPH), Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan (Koperindag), Kepala Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan Setdakab Tanggamus Hendra Ferry, Ketua Satgas Jalan Lurus Herwan Rozali, serta Tim Percepatan Pembangunan Daerah Amir Rahayu.
Program budidaya bawang putih tersebut mulai dilaksanakan pada April 2026 melalui kolaborasi antara Polres Tanggamus dengan kelompok tani binaan di Pekon Datarajan. Dalam waktu sekitar tiga bulan, tanaman berhasil dipanen dengan kualitas Grade A setelah mendapatkan pendampingan teknis dari tim ahli asal Sembalun, Lombok Timur.
Bupati Tanggamus Moh. Saleh Asnawi menyampaikan apresiasi kepada Polres Tanggamus dan kelompok tani atas keberhasilan membudidayakan bawang putih di Kecamatan Ulubelu.
“Saya menyampaikan apresiasi dan penghargaan yang tinggi kepada Polres Tanggamus bersama kelompok tani yang telah membuktikan bawang putih dapat tumbuh dan menghasilkan panen yang sangat baik di Ulubelu. Ke depan, program ini akan terus kita tingkatkan,” ujar Bupati.
Menurutnya, Pemerintah Kabupaten Tanggamus berkomitmen mendukung pengembangan budidaya bawang putih melalui penyediaan lahan baru agar komoditas tersebut mampu menjadi salah satu penggerak perekonomian masyarakat sekaligus mendukung program swasembada pangan nasional.
“Kita sudah siapkan beberapa hektare lahan untuk pengembangan berikutnya. Harapan kami, bawang putih dapat menjadi salah satu tulang punggung ekonomi masyarakat sekaligus mendukung program swasembada pangan nasional,” katanya.
Bupati juga mengungkapkan bahwa Indonesia masih mengimpor sekitar 541.400 ton bawang putih sepanjang tahun 2025. Oleh karena itu, keberhasilan panen di Pekon Datarajan diharapkan menjadi kontribusi nyata Kabupaten Tanggamus dalam mengurangi ketergantungan terhadap impor bawang putih, mengoptimalkan pemanfaatan lahan pertanian, meningkatkan kesejahteraan petani, serta menjaga stabilitas harga pangan.
Sementara itu, Kapolres Tanggamus AKBP Rahmat Sujatmiko menjelaskan bahwa panen perdana tersebut merupakan hasil kolaborasi antara Polres Tanggamus dan kelompok tani dalam mendukung program ketahanan pangan pemerintah.
Menurutnya, lahan yang sebelumnya belum dimanfaatkan kini berhasil diubah menjadi area budidaya bawang putih setelah melalui proses survei dan kajian di sejumlah lokasi.
“Panen perdana ini menjadi bahan evaluasi untuk pengembangan berikutnya. Kami akan memperbaiki pengolahan lahan, memperkuat pendampingan teknis, dan terus bekerja sama dengan instansi terkait agar budidaya bawang putih di Tanggamus semakin berkembang,” ujar Kapolres.
Keberhasilan panen perdana bawang putih Grade A tersebut diharapkan menjadi langkah awal terbentuknya sentra produksi bawang putih di Kabupaten Tanggamus. Selain memperkuat ketahanan pangan, program ini juga menjadi bukti sinergi antara pemerintah daerah, Polri, dan kelompok tani dalam mengembangkan sektor pertanian yang produktif dan berkelanjutan demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat.***













