Lapas Kelas IIA Kalianda Perkuat Transformasi Pemasyarakatan: Dari Penindakan Narkoba hingga Wirausaha Warga Binaan

banner 468x60

SKYSHI MEDIA– Di bawah kepemimpinan Kepala Lapas Kelas IIA Kalianda, Beni Nurrahman, Lembaga Pemasyarakatan ini menunjukkan langkah nyata dalam mewujudkan transformasi pemasyarakatan yang aman, produktif, dan humanis. Berbagai inovasi strategis yang selaras dengan Program Akselerasi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimipas) menjadikan Lapas Kalianda sebagai salah satu satuan kerja teladan yang mampu mempertahankan zona integritas dan menghadirkan pembinaan berkualitas.

Perang Total Lawan Narkoba dan Penipuan
Lapas Kalianda menegakkan komitmen zero tolerance terhadap narkoba dan praktik penipuan. Melalui deteksi dini, razia gabungan dengan TNI–Polri, serta penguatan sistem kontrol barang masuk, Lapas menciptakan lingkungan pembinaan yang bersih, aman, dan bebas dari pengaruh negatif. Langkah ini tidak hanya menjaga keamanan internal, tetapi juga membangun budaya integritas yang kuat di kalangan warga binaan.

banner 336x280

Ketahanan Pangan dan Kemandirian Ekonomi
Inovasi lain hadir melalui pemanfaatan lahan produktif di Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE). Warga binaan menanam sayuran, membudidayakan ikan air tawar, serta menanam tanaman herbal. Hasil panen tidak hanya memenuhi kebutuhan internal Lapas, tetapi juga mendukung ketahanan pangan masyarakat Kalianda. Program ini membuktikan bahwa pembinaan dapat selaras dengan kontribusi ekonomi lokal, menjadikan warga binaan lebih mandiri dan produktif.

UMKM Kreatif Warga Binaan: Dari Jeruji ke Pasar
Lapas Kalianda mendorong warga binaan mengembangkan berbagai produk unggulan, mulai dari madu trigona, kerajinan kayu, hingga tapis Lampung. Melalui kerja sama dengan pelaku UMKM lokal, produk-produk ini mulai dikenal luas dan memiliki nilai ekonomi nyata. Semangat “Dari balik jeruji, lahir karya berdaya” menjadi prinsip pembinaan yang menggabungkan kreativitas dan produktivitas.

Kepedulian Sosial untuk Masyarakat
Lapas Kalianda aktif dalam kegiatan sosial, seperti Jumat Berbagi, penyaluran paket sembako, dan bantuan kemanusiaan. Langkah ini menunjukkan bahwa pemasyarakatan bukan hanya soal pembinaan internal, tetapi juga memperkuat nilai kemanusiaan di masyarakat sekitar. Keberadaan Lapas menjadi bagian dari solusi sosial, membangun hubungan harmonis dengan masyarakat setempat.

Solusi Overcapacity dan Digitalisasi Pembinaan
Dengan penerapan sistem hunian teratur, penguatan program asimilasi, serta digitalisasi administrasi, Lapas Kalianda mampu mengelola kapasitas hunian secara efisien. Pendekatan ini menjamin keamanan tetap terjaga, tanpa mengurangi kualitas dan hak-hak warga binaan. Digitalisasi juga mempercepat proses administrasi, memudahkan pemantauan program pembinaan, serta mendukung transparansi manajemen Lapas.

Pusat Edukasi dan Pelatihan bagi Warga Binaan
Lapas Kalianda menegaskan diri sebagai Pusat Pendidikan Kedua bagi warga binaan. Program Kejar Paket C, pelatihan keterampilan menjahit, sablon, dan melukis, hingga sertifikasi kompetensi, memberi kesempatan bagi warga binaan untuk menyiapkan diri menjadi tenaga kerja terampil dan bersertifikat. Kolaborasi dengan lembaga pendidikan dan pelatihan vokasi menjadi kunci keberhasilan program ini.

Kepala Lapas, Beni Nurrahman, menegaskan, “Kami membina dengan hati, menjaga dengan integritas, dan memulihkan dengan karya. Tujuan kami jelas: warga binaan tidak hanya bebas dari pidana, tetapi juga siap berdaya, berkontribusi, dan menjadi manusia baru yang bermartabat.”

Dengan berbagai capaian tersebut, Lapas Kelas IIA Kalianda berdiri sebagai simbol Pemasyarakatan Modern yang selaras dengan visi Kemenimipas: Aman, Humanis, Produktif, dan Berwibawa. Transformasi ini tidak hanya menghadirkan keamanan dan kemandirian, tetapi juga mengedepankan nilai kemanusiaan dan produktivitas warga binaan sebagai bagian dari pembangunan sosial yang berkelanjutan.***

banner 336x280