Lampung Siapkan Lulusan SMA dan SMK Tembus Pasar Kerja Jepang, Seleksi Kelas Migran Kini Lebih Ketat

banner 468x60

SKYSHI MEDIA- Pemerintah Provinsi Lampung terus memperkuat upaya mencetak sumber daya manusia (SDM) yang mampu bersaing di tingkat internasional melalui Program Kelas Migran Vokasi Tahun Ajaran 2026/2027.

Komitmen tersebut dibahas dalam Rapat Persiapan Program Kelas Migran Vokasi yang dipimpin langsung Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal di Kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Lampung, Bandar Lampung, Selasa (21/7/2026).

banner 336x280

Rapat tersebut turut dihadiri Wakil Gubernur Lampung Jihan Nurlela, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Lampung Thomas Amirico, serta jajaran Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Lampung.

Dalam rapat tersebut, Pemerintah Provinsi Lampung mematangkan berbagai persiapan pelaksanaan Program Kelas Migran Vokasi yang diperuntukkan bagi pelajar SMA dan SMK.

Program ini difokuskan pada pembekalan kemampuan bahasa asing, khususnya bahasa Jepang dan Korea, serta penguatan keterampilan kerja guna mempersiapkan lulusan memasuki pasar kerja internasional.

Program Kelas Migran Vokasi menjadi salah satu strategi Pemerintah Provinsi Lampung dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui perluasan akses pendidikan dan peluang kerja di luar negeri.

Selain itu, program tersebut diharapkan mampu menjadi solusi dalam menekan angka pengangguran terbuka sekaligus meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Provinsi Lampung.

Pemprov Lampung menargetkan program tersebut mampu menghasilkan lulusan yang memiliki daya saing global dengan bekal kemampuan bahasa asing, keterampilan kerja, serta kesempatan bekerja di luar negeri secara legal, profesional, dan berkelanjutan.

Dalam arahannya, Gubernur Rahmat Mirzani Djausal meminta seluruh pihak yang terlibat menjalankan program secara maksimal agar tujuan yang telah ditetapkan dapat tercapai.

Ia menegaskan pentingnya menjaring peserta didik yang benar-benar memiliki komitmen untuk belajar dan bekerja di luar negeri, sekaligus memastikan tenaga pengajar mampu memberikan pembelajaran bahasa asing secara optimal.

Menurut Gubernur Mirza, Program Kelas Migran Vokasi merupakan bagian dari strategi pembangunan daerah yang mendukung tiga misi utama Pemerintah Provinsi Lampung, yakni mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif, meningkatkan kualitas sumber daya manusia, serta mewujudkan kehidupan masyarakat yang beradab, berkeadilan, dan berkelanjutan.

“Melalui program tersebut, lulusan SMA/SMK diharapkan memiliki kompetensi bahasa asing, etos kerja, dan pengalaman internasional yang dapat meningkatkan pendapatan masyarakat sekaligus memperkuat kualitas SDM daerah,” ujar Gubernur.

Gubernur juga meminta sekolah dan tenaga pendidik melakukan seleksi serta pembinaan secara optimal terhadap siswa yang memiliki motivasi kuat untuk bekerja di luar negeri.

Selain itu, kualitas pembelajaran bahasa asing harus terus ditingkatkan agar proses persiapan peserta menjadi lebih efektif dan sesuai dengan kebutuhan dunia kerja internasional.

Ia memastikan pemerintah akan memberikan kesempatan seluas-luasnya kepada siswa yang memiliki potensi tanpa terkendala persoalan kemampuan finansial pada tahap awal pelaksanaan program.

Untuk memastikan keberhasilan program, Pemerintah Provinsi Lampung akan melakukan pemantauan dan evaluasi secara berkala bersama organisasi perangkat daerah terkait.

Sinergi lintas sektor juga akan diperkuat dengan melibatkan Dinas Tenaga Kerja, lembaga keuangan daerah, hingga kementerian terkait guna mendukung transisi peserta dari dunia pendidikan menuju dunia kerja internasional.

“Tugas pemerintah adalah hadir menyediakan kesempatan. Dengan komitmen dan kerja keras bersama, Lampung dapat menjadi pelopor nasional dalam melahirkan SDM migran berkualitas tinggi, mandiri, dan siap membangun daerah di masa depan,” tegas Gubernur Mirza.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Lampung Thomas Amirico menjelaskan bahwa pada tahun ajaran 2026/2027 proses seleksi peserta Kelas Migran Vokasi dilakukan lebih ketat dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

Menurutnya, seluruh tahapan seleksi kini disesuaikan dengan standar penerimaan tenaga kerja di Jepang.

“Mulai dari kondisi mata, fisik hingga tinggi badan harus benar-benar memenuhi syarat. Kemudian dari sisi mental juga kita seleksi agar mereka mampu mengikuti program dengan sungguh-sungguh dan tidak berhenti di tengah jalan,” kata Thomas.

Ia menjelaskan bahwa sejumlah sektor pekerjaan di Jepang memiliki persyaratan khusus, seperti tidak boleh buta warna, tidak memiliki riwayat patah tulang, serta memenuhi standar tinggi badan tertentu.

Selain seleksi kesehatan, fisik, dan mental, peserta juga akan mendapatkan pembelajaran bahasa Jepang secara intensif.

Jika sebelumnya pembelajaran bahasa Jepang hanya diberikan sebagai kegiatan ekstrakurikuler dua kali dalam sepekan, kini peserta akan mengikuti pembelajaran setiap hari selama empat hingga lima bulan sebelum diberangkatkan.

“Yang benar-benar ingin bekerja ke Jepang harus fokus belajar bahasa Jepang setiap hari. Jadi persiapannya jauh lebih matang dibanding sebelumnya,” ujarnya.

Thomas menambahkan, saat ini proses sosialisasi untuk angkatan kedua sedang berlangsung. Sementara itu, peserta angkatan pertama telah menyelesaikan tahap assessment dan akan memasuki tahapan lanjutan.

Sebanyak 193 lulusan SMK dinyatakan lolos screening awal dan akan mengikuti screening tahap kedua sebelum menjalani pelatihan pemantapan di Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) selama dua bulan.

“Mereka sudah selesai screening tahap awal dan dalam satu hingga dua bulan ke depan masuk LPK untuk pemantapan. Targetnya sekitar dua sampai tiga bulan lagi mereka bisa diberangkatkan ke Jepang,” jelas Thomas.

Melalui Program Kelas Migran Vokasi, Pemerintah Provinsi Lampung berharap semakin banyak lulusan SMA dan SMK yang memiliki kompetensi internasional, mampu bersaing di dunia kerja global, serta memberikan kontribusi terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat dan pembangunan daerah.***

banner 336x280