Lampung Catat Pertumbuhan Ekonomi 5,04%, Jadi Provinsi Terbesar Ketiga di Sumatera, Ini Sektor yang Jadi Motor Utama

banner 468x60

SKYSHI MEDIA– Perekonomian Provinsi Lampung menunjukkan kinerja yang solid dan berkesinambungan. Berdasarkan laporan Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Lampung, Triwulan III 2025 mencatat Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Lampung tumbuh 5,04 persen secara tahunan (year-on-year), menempatkan provinsi ini sebagai salah satu daerah dengan pertumbuhan tertinggi di Pulau Sumatera dan terbesar ketiga di wilayah tersebut.

Kepala BPS Lampung, Dr. Ahmadriswan Nasution, menjelaskan bahwa pertumbuhan ini memberi kontribusi signifikan terhadap perekonomian Sumatera, yakni sebesar 10,13 persen. Secara triwulanan, ekonomi Lampung juga mengalami pertumbuhan positif sebesar 0,69 persen, menunjukkan momentum pemulihan ekonomi yang terus berlanjut.

banner 336x280

Dari sisi produksi, sektor primer menjadi penggerak utama. Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan tumbuh 7,74 persen, ditopang oleh peningkatan produksi tanaman pangan, perkebunan, peternakan, dan perikanan. Industri Pengolahan, terutama makanan dan minuman, mencatat peningkatan signifikan berkat ekspor yang meningkat serta bertambahnya volume penjualan listrik di sektor industri.

Investasi juga menjadi faktor kunci pertumbuhan Lampung. Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) mencapai Rp3,57 triliun, melonjak 239,52 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Sementara Penanaman Modal Asing (PMA) tercatat sebesar 54,3 juta dolar AS, meningkat 10,14 persen secara tahunan. Aktivitas perdagangan luar negeri juga menguat, dengan nilai ekspor mencapai 1,78 miliar dolar AS, naik 16,04 persen, sementara impor tercatat 445,83 juta dolar AS atau meningkat 13,16 persen.

Stabilitas harga tetap terjaga dengan inflasi September 2025 sebesar 1,17 persen year-on-year, menunjukkan daya beli masyarakat relatif stabil. Tren positif juga terlihat dari mobilitas masyarakat, dengan peningkatan jumlah penumpang di moda transportasi kereta api, angkutan darat, penyeberangan, dan penerbangan. Aktivitas pariwisata juga meningkat signifikan, jumlah wisatawan nusantara naik 58,13 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya, mendukung sektor Akomodasi dan Makan Minum yang tumbuh 7,35 persen.

Kepala Bappeda Lampung, Dr. Anang Risgiyanto, menyatakan bahwa pertumbuhan ekonomi kumulatif Triwulan I–III 2025 mencapai 5,19 persen, meningkat dari 4,33 persen tahun sebelumnya. “Capaian ini menunjukkan pemulihan ekonomi Lampung semakin kuat dan merata di berbagai sektor,” ujarnya.

Sektor konstruksi juga mengalami pertumbuhan 6,96 persen, didorong oleh tingginya investasi dan percepatan pembangunan infrastruktur. Administrasi Pemerintahan tumbuh 5,36 persen karena peningkatan realisasi belanja publik. Meski sektor Listrik dan Gas serta Pertambangan dan Penggalian menurun, struktur ekonomi Lampung tetap kokoh dengan kontribusi utama: pertanian 28,38 persen, industri pengolahan 19,44 persen, perdagangan 13,91 persen, dan konstruksi 9,06 persen. Anang menekankan, rantai nilai agroindustri menjadi kekuatan utama, mulai dari hulu pertanian hingga ekspor produk olahan.

Dari sisi pengeluaran, pertumbuhan ekonomi didorong oleh investasi yang tumbuh 6,05 persen dan ekspor barang dan jasa naik 5,33 persen, terutama didukung komoditas unggulan seperti kopi, singkong, CPO, ayam, dan produk olahan. Konsumsi rumah tangga juga stabil di angka 4,94 persen. Kenaikan impor sebesar 7,52 persen dinilai positif jika digunakan sebagai bahan baku industri, namun perlu diawasi agar tidak mengurangi kapasitas produksi dalam negeri.

Ke depan, Pemerintah Provinsi Lampung akan terus memperkuat hilirisasi sektor pertanian dengan fokus pada komoditas unggulan seperti kopi, singkong, jagung, dan peternakan. Peningkatan industri pengolahan dan UMKM agro, penguatan sektor pariwisata berbasis komunitas, serta percepatan pembangunan infrastruktur strategis seperti jalan produksi, pelabuhan agro, dan cold storage menjadi prioritas.

Dengan kombinasi pertumbuhan sektor primer, industri pengolahan, investasi yang meningkat, dan ekspor yang terus tumbuh, Lampung menegaskan diri sebagai provinsi dengan ekonomi tangguh dan inklusif di Sumatera. Momentum ini diharapkan dapat menjaga daya saing Lampung di tingkat nasional sekaligus mendorong pemerataan kesejahteraan masyarakat di berbagai sektor.***

banner 336x280