SKYSHI MEDIA– Ketua Dewan Pimpinan Daerah Persatuan Alumni Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (DPD PA GMNI) Provinsi Lampung, Zulfahmi Hasan Azhari, menegaskan pentingnya peran organisasi sosial dalam memperjuangkan kepentingan rakyat kecil. Pernyataan ini disampaikan dalam acara deklarasi Pos Bantuan Hukum PPH dan Advokasi Sahabat Marinda 54 yang digelar di Bandar Lampung, Senin (7/10/2025), dengan nuansa semangat kebersamaan dan jiwa gotong royong yang kuat.
Dalam sambutannya, Zulfahmi Hasan memberikan apresiasi tinggi atas lahirnya Sahabat Marinda 54 sebagai wadah perjuangan sosial yang fokus pada advokasi hukum dan bantuan masyarakat. Menurutnya, organisasi ini bukan sekadar simbol, tetapi harus benar-benar mampu memberikan manfaat nyata bagi rakyat, terutama mereka yang selama ini menghadapi kesulitan hukum dan sosial.
“Dengan deklarasinya Posbankum PPH dan Advokasi Sahabat Marinda 54, kita berharap gerakan ini bisa terus melangkah maju, mengabdi pada masyarakat, dan menghadirkan perubahan nyata di lapangan. Jangan pernah alergi duduk bersama rakyat, karena dari sanalah semangat perjuangan marhaenisme tumbuh,” tegas Zulfahmi Hasan Azhari di hadapan para peserta.
Lebih jauh, Zulfahmi menekankan pentingnya menjaga semangat gotong royong dan solidaritas sosial sebagai ruh perjuangan GMNI. Ia mengingatkan agar setiap kader dan alumni GMNI hadir langsung di tengah masyarakat, bukan hanya melalui wacana, tetapi juga aksi nyata yang berdampak langsung terhadap kehidupan sosial rakyat kecil.
“Keberadaan Sahabat Marinda 54 harus menjadi bukti bahwa alumni GMNI konsisten berpihak pada rakyat. Setiap langkah yang kita lakukan harus benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” tambahnya.
Acara deklarasi tersebut dihadiri sejumlah tokoh penting, termasuk politikus sekaligus alumni GMNI Watoni Nurdin, akademisi dan alumni GMNI Achmad Moelyono, serta berbagai tokoh alumni lainnya yang hadir memberikan dukungan moral. Kehadiran mereka menjadi dorongan semangat bagi kader muda GMNI yang akan menggerakkan Sahabat Marinda 54 di lapangan.
Deklarasi ini juga menjadi momentum konsolidasi strategis antara kader muda GMNI dengan para alumninya, guna memperkuat sinergi dalam memperjuangkan nilai-nilai kerakyatan dan keadilan sosial sesuai ajaran Bung Karno. Para peserta sepakat bahwa perjuangan untuk rakyat tidak boleh berhenti di ruang diskusi, tetapi harus diwujudkan dalam aksi nyata, terutama di bidang hukum, pendidikan, dan advokasi sosial.
Zulfahmi menambahkan, DPD PA GMNI Lampung akan terus mendorong lahirnya gerakan-gerakan sosial baru yang berpihak pada kepentingan rakyat. Langkah ini dianggap penting untuk memperkuat posisi masyarakat dalam menghadapi berbagai tantangan sosial, termasuk ketimpangan ekonomi dan keterbatasan akses hukum.
“Semangat marhaenisme harus terus menyala. Kami akan mendukung setiap gerakan yang memperkuat masyarakat, memastikan mereka memiliki akses keadilan, pendidikan, dan perlindungan hukum. Sahabat Marinda 54 menjadi contoh nyata bagaimana alumni GMNI tetap hadir untuk rakyat, bukan hanya di tataran simbolis,” pungkas Zulfahmi Hasan.
Acara diakhiri dengan komitmen bersama seluruh peserta untuk terus mengawal Sahabat Marinda 54 agar menjadi gerakan yang produktif, inklusif, dan memberikan kontribusi nyata bagi kesejahteraan rakyat di Provinsi Lampung.***



















