Hilirisasi Singkong Jadi Fokus, Gubernur Mirza Libatkan Perbankan

SKYSHI MEDIA- Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal menjalin kolaborasi strategis dengan sektor perbankan guna memperkuat tiga sektor utama pembangunan daerah, yakni pertanian, pariwisata, dan pendidikan.

Hal tersebut disampaikan dalam Rapat Penguatan Kolaborasi Strategis Perbankan bersama Bank Mandiri Area Bandar Lampung yang digelar di Kantor Gubernur Lampung, Selasa (5/5/2026).

Dalam pemaparannya, Gubernur Mirza menjelaskan bahwa struktur ekonomi Lampung saat ini masih didominasi oleh sektor pertanian. Dari total luas wilayah sekitar 3 juta hektare, sebanyak 1,8 juta hektare merupakan lahan pertanian dengan komoditas utama seperti padi, jagung, dan singkong.

Ia menegaskan bahwa pemerintah daerah akan terus mendorong penguatan sektor pertanian, tidak hanya dari sisi produksi, tetapi juga melalui hilirisasi untuk meningkatkan nilai tambah bagi petani.

“Penguatan sektor pertanian tidak hanya pada produksi, tetapi juga hilirisasi agar memberikan nilai tambah bagi petani,” ujarnya.

Menurutnya, pengembangan hilirisasi seperti pengolahan singkong menjadi tapioka serta produksi beras mandiri di daerah menjadi langkah strategis dalam meningkatkan kesejahteraan petani. Selain itu, penggunaan bibit unggul dengan produktivitas tinggi juga terus didorong.

Di sektor pariwisata, Gubernur Mirza mengungkapkan adanya peningkatan signifikan jumlah kunjungan wisatawan nusantara, dari 17 juta pada tahun 2024 menjadi 27 juta pada tahun 2025. Hal ini menunjukkan potensi besar yang dimiliki Lampung sebagai destinasi wisata.

“Potensi wisata Lampung sangat besar, tetapi perlu pengembangan ekosistem yang lebih terintegrasi agar mampu meningkatkan lama tinggal dan belanja wisatawan,” katanya.

Selain pertanian dan pariwisata, sektor pendidikan juga menjadi fokus utama dalam pembangunan sumber daya manusia di Lampung.

Sementara itu, Vice President Bank Mandiri Area Bandar Lampung, Eka Zedrosky, menyatakan kesiapan pihaknya untuk mendukung program Pemerintah Provinsi Lampung melalui berbagai skema kerja sama.

“Kami memiliki misi yang sejalan dan siap berkomitmen untuk mendukung penguatan sektor pertanian, pariwisata, dan pendidikan,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa dukungan di sektor pendidikan akan dilakukan melalui pengembangan lembaga pendidikan dan layanan kesehatan, termasuk universitas berbasis kesehatan. Di sektor pariwisata, Bank Mandiri akan memperkuat layanan keuangan digital serta memperluas jaringan layanan di kawasan destinasi wisata.

Adapun di sektor pertanian, dukungan akan difokuskan pada pembiayaan dan penguatan ekosistem usaha tani guna meningkatkan produktivitas dan daya saing.

Melalui kolaborasi strategis ini, diharapkan sektor pertanian, pariwisata, dan pendidikan di Provinsi Lampung dapat berkembang lebih optimal serta memberikan kontribusi signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi daerah.***