SKYSHI MEDIA – Pelantikan pengurus DPD Partai Nasdem Kota Bandar Lampung di Gedung Wanita, Senin (22/12/2025), menarik perhatian publik karena Ketua DPW Nasdem Lampung Herman HN, yang juga merupakan suami Wali Kota Bandar Lampung Eva Dwiana, tidak menyebut nama wali kota dalam sambutannya.
Dalam sambutannya, Herman HN justru menyampaikan penghormatan kepada Wakil Wali Kota Bandar Lampung Deddy Amrullah yang hadir mewakili Eva Dwiana. “Yang saya hormati, Waki Wali Kota Bandar Lampung yang pada hari ini diberi kesehatan bisa hadir di sini,” ujarnya. Hal ini memunculkan sorotan publik karena biasanya tokoh utama yang terkait partai pengusung Pilkada 2024 mendapat sebutan dalam acara resmi pelantikan partai.
Ketua DPD Nasdem Bandar Lampung yang baru dilantik, Naldi Rinara, menjelaskan ketidakhadiran Eva Dwiana akibat adanya agenda penting di luar kota. “Tadi Bunda Eva menelpon, katanya beliau tidak bisa hadir karena jam 2 harus sudah di Kemendagri untuk menghadiri kegiatan,” kata Naldi dalam sambutannya. Pernyataan ini menegaskan bahwa ketidakhadiran wali kota bukan disengaja, namun menimbulkan tanda tanya bagi sejumlah pihak terkait komunikasi dan koordinasi internal partai.
Kehadiran Wakil Wali Kota Deddy Amrullah menjadi simbol pengganti, sekaligus memastikan keterlibatan pemerintah kota dalam pelantikan pengurus baru DPD Nasdem. Beberapa pengurus yang dilantik bersama Naldi Rinara antara lain Ahmad Rizqy sebagai Sekretaris dan Tig Eri Prabowo sebagai Bendahara DPD Nasdem Bandar Lampung periode 2025-2029. Acara dihadiri pula sejumlah tokoh partai, anggota legislatif, dan unsur DPW Nasdem Lampung, yang menandakan konsolidasi partai tetap berjalan meski wali kota berhalangan hadir.
Sampai berita ini dirilis, perwakilan Dinas Kominfo Bandar Lampung mengaku belum menerima informasi resmi terkait agenda Kemendagri yang disebutkan Naldi Rinara. “Belum tau. Kalau tadi pagi ada di kantor,” ujar narasumber yang identitasnya dirahasiakan, menambahkan ketidakjelasan publik tentang keberadaan wali kota selama pelantikan semakin menimbulkan perhatian masyarakat dan media lokal.
Pengamat politik setempat menilai bahwa meskipun ketidakhadiran Eva Dwiana sah-sah saja secara administratif, cara penyampaian penghormatan dalam acara resmi bisa berdampak pada persepsi publik dan citra hubungan partai dengan pemerintah daerah. Pelantikan ini sekaligus menjadi momen penting untuk mengamati dinamika internal partai Nasdem menjelang agenda politik mendatang, termasuk implementasi program partai di tingkat kota.
Dengan demikian, meski acara berjalan lancar dan pengurus baru resmi dilantik, sorotan terhadap ketidaksinggungan nama wali kota tetap menjadi bahan perbincangan dan analisis bagi masyarakat dan pengamat politik di Bandar Lampung.***
