Hari Sabtu SDN 3 Rejomulyo Jati Agung Libur, Pagar Rubuh dan Sekolah Kosong: Ada Apa dengan Sekolah Ini?

banner 468x60

SKYSHI MEDIA– Suasana hening dan pagar sekolah yang rubuh menjadi pemandangan mencolok saat berkunjung ke SD Negeri 3 Rejomulyo, Jati Agung, pada Sabtu (22/11) sekitar pukul 11.30 WIB. Sekolah tampak benar-benar kosong tanpa aktivitas pendidikan seperti biasanya, hanya menyisakan seorang penjaga yang berada di ruang guru.

“Libur,” ujar singkat sang penjaga saat ditanya mengenai sepinya kegiatan di sekolah tersebut.

banner 336x280

Pemandangan ini berbeda jauh dengan sekolah lain di Kecamatan Jati Agung. SMP Negeri 2 terlihat ramai dengan aktivitas Pramuka, begitu pula SD lain yang tetap menjalankan proses belajar mengajar seperti biasa. Kalender pendidikan hari itu juga tidak mencatat libur nasional, libur keagamaan, atau hari besar khusus lainnya.

Kondisi sepi ini menyulitkan proses konfirmasi terkait pagar sekolah yang dilaporkan rubuh sepanjang 3–5 meter. Tidak adanya kepala sekolah maupun perwakilan pihak sekolah menghambat klarifikasi mengenai apakah ada anggaran revitalisasi atau bagaimana mekanisme perawatan aset negara tersebut dilakukan.

Informasi dari rekan kepala sekolah lain menyebutkan bahwa penanggung jawab SDN 3 Rejomulyo adalah Sigit. Sekolah ini juga diketahui memiliki jumlah murid yang tidak banyak.

“Paling tidak sampai seratus murid. Ya kalau libur mungkin wajar saja, sekolahnya kan di tengah perkebunan,” ujar salah satu kepala sekolah yang enggan disebutkan namanya.

Namun, ketika ditanya lebih jauh mengenai alasan libur di hari Sabtu, jawabannya tidak mengacu pada prosedur resmi maupun petunjuk teknis sekolah dasar yang berlaku. Ia menolak memberikan nomor kontak kepala sekolah dengan alasan etika.

Alasan lokasi sekolah yang berada di kawasan Trikora PT Perkebunan Negara memang benar. Meski demikian, publik tetap menunggu penjelasan formal dari pihak sekolah mengenai alasan akademis atau administratif terkait diliburkannya kegiatan belajar pada hari aktif sekolah.

Selain itu, ketiadaan pihak sekolah menyulitkan upaya penggalian informasi mengenai kerusakan pagar sekolah. Masyarakat berharap mendapatkan penjelasan mengenai apakah pagar rubuh tersebut sudah diusulkan untuk perbaikan, apakah ada alokasi dana pemeliharaan, dan bagaimana pihak sekolah menyikapi masalah infrastruktur yang bisa mengganggu keamanan siswa.

Hingga artikel ini terbit, pihak sekolah masih diupayakan untuk dapat dihubungi guna memberikan klarifikasi resmi tentang kegiatan belajar di hari Sabtu serta penanganan kerusakan pagar.***

banner 336x280