Golkar Lampung Hadapi Sorotan dan Polemik Internal Menjelang Musda

banner 468x60

SKYSHI MEDIA– Partai Golkar Lampung tengah menjadi sorotan publik pasca-penetapan Bupati Lampung Tengah, Ardito Wijaya, sebagai tersangka kasus gratifikasi proyek oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan menjelang Musyawarah Daerah (Musda) DPD Kota Bandar Lampung.

Hanan A Rozak, Ketua Golkar Lampung sejak 31 Agustus 2025, memberikan klarifikasi terkait kasus Ardito Wijaya yang baru bergabung ke Golkar. “Keberadaan Saudara Ardito Wijaya di Golkar itu baru saja bergabung. Sebelumnya yang bersangkutan ketua dari salah satu partai politik di Kabupaten Lamteng. Saat pencalonan Pilkada lalu, yang bersangkutan juga diusung partai lain, bukan Partai Golkar,” jelas Hanan, Kamis (11/12/2025). Pernyataan ini memicu kritik dari sejumlah kader senior Golkar, termasuk M. Alzier Dianis Thabranie, yang menilai kepemimpinan Hanan kurang bertanggung jawab.

banner 336x280

Alzier menegaskan, “Jadi pemimpin itu memang tak gampang. Tidak boleh yang karbitan. Baru ada masalah ini saja, sudah cuci tangan, lepas tanggung jawab, seperti tak kenal. Bilang Ardito Wijaya kader baru. Padahal yang mengajaknya masuk Golkar dan jadi pengurus itu siapa. Kan Hanan sendiri. Termasuk Sekretaris Jenderal DPP Partai Golkar, Sarmuji. Lah sekarang, begitu ada masalah hukum, langsung lepas tanggung-jawab. Sikap inikan sangat memalukan dan tidak ksatria,” tegasnya, Kamis (11/12/2025).

Selain kasus Ardito, Golkar Bandar Lampung juga menghadapi perpecahan internal menjelang Musda XI yang dijadwalkan pada 14 Desember 2025. Musda batal dilaksanakan akibat peralihan dukungan pimpinan kecamatan. Benny Nauly Mansyur yang semula mendapat dukungan 20 pimpinan kecamatan kini hanya memiliki 9 suara setelah 11 suara berpindah ke Handitya Narapati, putra Sjachroedin ZP. Peralihan dukungan ini menimbulkan polemik serius yang berpotensi mengganggu keutuhan DPD Golkar Bandar Lampung.

Ketua DP AMPG Kota Bandar Lampung, G. Miftahul Huda, menyatakan pihaknya tetap solid meski mendapat tekanan. “Akibat peralihan dukungan ini, kini PK yang mendukung Handitya Narapati diancam akan dicopot dan di Plt-kan oleh Plt Ketua DPD Partai Golkar Kota Bandarlampung Riza Mirhadi. Namun kami tidak gentar. Adanya ancaman ini justru membuat kami semakin solid dan berkonsolidasi,” ungkapnya, Minggu (14/12/2025).

Meski menghadapi sorotan dan konflik internal, Golkar tetap menjadi partai legendaris yang tangguh di kancah politik Lampung. Keberadaan kader-kader intelektual dan pengalaman panjang partai ini menjadi modal penting dalam menghadapi dinamika politik dan menjaga eksistensi di tengah perubahan zaman.***

banner 336x280