Surat Terbuka Redaksi Kepada Wali Kota Bandar Lampung Eva Dwiana
SKYSHI MEDIA- Happy Birthday Kota Bandar Lampung dan terima kasih Wali Kota Eva Dwiana telah menyajikan kado-kado mengesankan menjelang 344 tahun tanah kelahiran ini terbentuk dan mandiri dari Sumatera Selatan.
Kado-kado yang Anda beri sungguh-sungguh sulit terlupa. Terlihat keharuan mendalam bagi Anda ketika menabur bunga dalam rangkaian memperingati hari istimewa ini, walaupun mungkin saja— itu sebatas simbol tanpa tulus dan ikhlas yang menelan anggaran cukup bagi orang-orang miskin menikmati nasi uduk dan bakwa serta kopi.
Jangan bersedih, bunda meski hanya sekejap dalam potret. Anda telah sangat baik. Sekitar satu hektar tanah Anda kasih untuk jajaran Polda Lampung mendaratkan helikopter kesenangan bocah-bocah kecil meski untuk mendukung program Pemerintah Pusat dalam mendirikan Koperasi Merah Putih kita kesulitan lahan, kata kadis Anda.
Jangan keharuan tabur bunga yang sekejap saja itu melunturkan kecantikan. Kami berterima kasih sekali karena Anda telah memberikan dana hibah 60 miliar untuk pembangunan Gedung Baru Kejati Lampung yang menurut politikus senior Ferdi Gunsan— bisa saja, setelah gedung baru itu selesai terbangun, eks wali kota menjadi orang pertama menjajal interogasi di sana.
Anda telah berpikir dan bekerja, serta ahli matematika. Ketika banjir merenggut nyawa dan melenyapkan harta benda warga di sejumlah kecamatan Kota Bandar Lampung, perintah tegas itu kepada jajaran Pemkot itu mengalokasikan sekitar 600 juta rupiah sebagai santunan yang menurut eks Direktur Utama PT Wahana Raharja tersebut hanya berkisar 1 persen dari 60 miliar rupiah bagi Kejati Lampung.
Anda sangat pemikir dan pekerja keras serta pandai bermatematik, Bunda. Untuk menekan angka stunting, orang-orang miskin Bandar Lampung Pemkot jatah 2 kilogram telur, tanpa daging, enggak ada sayur atau mungkin lupa menyisipkan susu sehingga total intervensi gizi bagi warga kurang mampu itu tak sampai 50 juta rupiah, berbanding jauh dengan dana hibah pembangunan gedung Bawaslu Kota Bandar Lampung apatah lagi pembangunan baru Kejati Lampung.
Kata Bunda saat itu, Reihana dan calon wakil wali kotanya yang merupakan anak eks Gubernur Lampung Sjachroedin ZP itu harus sering jalan-jalan berkeliling Kota Tapis Berseri yang jika merujuk tiga kata itu maka daerah ini bernilai daya seni tinggi.
Sepertinya Bunda lupa atas pernyataan itu, dan Bunda mungkin sudah terlalu lelah untuk mengelilingi seluk beluk kota yang mulai kehilangan dasar-dasar seni ini.
Bunda sudah dua periode menjadi istri wali kota dan dua periode terpilih sebagai legislator serta dua periode pula menjabat wali kota Bandar Lampung. Mungkin sudah terlalu jenuh
Terbukti dari jalan-jalannya. Jangankan memberi daya estetika kekaguman pengendara, bahkan warga Pejambon Lampung Selatan mengeluhkan jalan Tirta Ria, Way Kandis di Tanjung Senang yang rusak berkubang ketika mudik lebarannya bersama keluarga besar.
Agaknya, bunda sudah tidak peduli dengan program jalan mulus dan mantab era Herman HN. Hampir seluruh jalan kota berisi lubang dan hanya tambalan ala kadar.
Jalan kelurahan, lebih parah lagi. Bukan hanya lubang, tapi keroak yang menggerus selokan dan mempersempit akses perjuangan pengendara roda dua apalagi roda empat.
Bunda lupa, atau bunda memang tidak peduli sehingga Dinas PU hanya berencana menganggarkan 10 miliar rupiah pada APBD 2026 untuk perbaikan drainase dan jalan kelurahan.
Tapi bunda tidak pernah lupa untuk memberi service terbaik bagi kejaksaan hingga orang dalam BKAD melaporkan Pemkot Bandar Lampung menyalurkan dana belanja miliaran rupiah yang belum melalui mekanisme terhutang dari BPK demi buru-buru menopang pembangunan gedung baru kejati Lampung agar tidak terbengkalai.
Sebelum Bunda dan Bunda Eka tersandera skandal hukum yang telah menjadi objek penyelidikan Ditreskrimsus Polda Lampung, sebelum para bunda terseret proses peradilan karena Abdullah Sani melaporkan dugaan tipikor dana hibah kepada Kajati Lampung dan akan segera ke Mabes Polri, kami— sebagian warga Bandar Lampung yang menyesal karena mengapa bukan Reihana menjadi Wali Kota—
Kami hendak menyampaikan terima kasih mendalam karena proyek ambisius dari janji politik yang mengorbankan ratusan remaja pra sejahtera.
Dengan kecerdasan dan keberanian luar biasa, menjelang ulang tahun ke-344 Kota Bandar Lampung— Bunda perintahkan camat dan lurah untuk door to door ke sekolah-sekolah dan menyebarkan informasi ke grup whatss app yang diduga untuk menggiring anak-anak dari kalangan kurang mampu masuk SMA Siger.
Mereka masuk SMA Siger, terjebak— bersekolah SMA di gedung SMP tanpa proses belajar yang layak sehingga Kakanwil HAM menyatakan dalam keterangan resminya telah terjadi permasalahan HAM terkait hak pendidikan anak.
Bunda alirkan APBD ratusan juta bahkan bertahap hendak mencapai 10 miliar rupiah, tapi masyaallah bunda— anak-anak itu mengaku tidak pernah menerima seragam putih abu-abu. Untuk seragam batik dan olahraga, untung mereka masih menyimpan peninggalan SMP.
Dr. Khaidarmansyah yang Anda percaya menjadi Ketua Yayasan Siger Prakarsa Bunda pun, pengakuannya bertolakbelakang dengan peserta didik SMA Siger. Apakah kalian hendak menuduh anak-anak yang pada tahun 2029 sudah bisa menjadi pemilih pemula itu berbohong?
Sang doctor bilang, APBD dari Pemkot yang mengalir ke rekening yayasan itu untuk mencetak raport dan biaya kegiatan ekstrakulikuler.
Tapi itu semua tidak ada. Raport mereka hanya berbentuk file yang terdistribusi lewah HP dan jangankan ekstrakulikuler, untuk modul saja mereka beli 15 ribu rupiah per satu mata pelajaran.
Kami pun memohon dengan sangat Bunda meminta maaf dan jujur kepada publik, tapi bukan lagi tentang SMA Siger. Kami berharap Anda jujur tentang berapa jumlah pasti dana BOSDA Pemkot Bandar Lampung.
Jangan buat kegaduhan demi menutup ketakmampuan. Plt Kadisdikbud Bandar Lampung M. Nur Ramdhan berkata di depan Ketua maupun anggota Komisi 5 dari lintas partai.
Ia mengatakan, para siswa SMP Negeri hanya mendapat 285.000 rupiah pertahun dari BOSDA tersebut yang pembagiannya per caturwulan atau empat kali dalam satu tahun. Berarti untuk satu caturwulan, murid SMA itu tidak sampai menerima 100.000 rupiah seperti yang bunda bilang kepada jurnalis yang bekerja untuk informasi publik.
Rekaman M. Nur Ramdhan masih ada, bunda. Per catur wulan, murid SMP itu hanya menerima sekitar Rp 71.250. Please, benar adanya tidak semua warga Bandar Lampung kritis terhadap anggaran, tapi bohong kepada mereka sama saja tidak menghargai para pemilih Anda.
Happy Birthday yang ke-344 tahun Kota Bandar Lampung dan terima kasih Wali Kota Eva Dwiana telah menyebar dedikasi tertinggi hingga orang dalam pendidikan kota Bandar Lampung melaporkan dugaan penyelewengan dan penyalahgunaan kewenangan Kadisdikbud berinisial E A dalam penggunaan dana BOS untuk membeli meja dan kursi single yang harga pasarannya di bawah satu juta rupiah namun karena bermain dengan salah satu vendor tanpa lelang maka harganya menjadi sekitar 1,7 juta rupiah.
Happy Birthday yang ke-344 tahun Kota Bandar Lampung dan terima kasih Wali Kota Eva Dwiana telah menebar dedikasi paling sahih hingga orang dalam pendidikannya melaporkan dugaan penyelewengan dan penyalahgunaan wewenang agar SMP-SMP menyewa wiifi dan CCTV dengan salah satu vendor yang bisa membuat kepala sekolah termutasi andai menolak instruksi tersebut.
Mungkin hanya di sekolah-sekolah Bandar Lampung, Wiifi dan CCTV harus sewa, bukan menjadi aset pemerintah.***


















