SKYSHI MEDIA- Sejumlah SMA dan SMK Swasta di Provinsi Lampung memberikan berbagai bentuk keringanan biaya pendidikan bagi calon peserta didik baru pada tahun ajaran 2026/2027 dalam bentuk diskon hingga pembebasan sejumlah komponen biaya sekolah.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Lampung, Thomas Amirico, mengatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan sejumlah sekolah swasta untuk memperluas akses pendidikan bagi siswa yang belum tertampung di sekolah negeri.
“Swasta sudah kami panggil untuk berkolaborasi. Ini waktunya kita menghidupkan sekolah-sekolah swasta di Lampung,” kata Thomas Amirico saat diwawancarai pada Kamis, 25 Juni 2026.
Menurut Thomas, bentuk keringanan setiap sekolah swasta berbeda-beda. Ada sekolah yang menggratiskan biaya pendaftaran, membebaskan uang bangunan, hingga menghapus kewajiban pembayaran SPP dalam jangka waktu tertentu.
“Macam-macam diskonnya, tergantung kebijakan masing-masing sekolah swasta. Ada yang menggratiskan uang pendaftaran, ada yang menggratiskan uang bangunan, bahkan ada yang menggratiskan SPP. Ada yang memberikan keringanan sampai tiga tahun,” ujarnya.
Ia menilai berbagai program tersebut perlu masyarakat ketahui agar menjadi alternatif bagi siswa yang belum memperoleh kursi di sekolah negeri.
Thomas juga mengungkap siswa dari Program SMA Siger telah Disdik ke enam sekolah swasta.
“Kemarin anak-anak dari SMA Siger saya titipkan di enam sekolah tersebut untuk membantu menghidupkan sekolah swasta,” katanya.
Selain itu, Dinas Pendidikan Provinsi Lampung mendorong agar siswa yang tidak tertampung di sekolah negeri dapat melanjutkan pendidikan di sekolah swasta yang telah menyiapkan berbagai fasilitas dan keringanan biaya.
“Tumpahan dari sekolah negeri ini saya minta bisa ditampung oleh sekolah-sekolah swasta,” ujar Thomas.
Meski demikian, hingga saat ini Dinas Pendidikan Provinsi Lampung masih melakukan pendataan terkait jumlah pasti calon siswa yang belum tertampung di SMA dan SMK negeri pada proses penerimaan peserta didik tahun 2026.
“Total jumlah yang belum tertampung di sekolah negeri masih kami data,” pungkasnya.***



















