SKYSHI MEDIA- Bukan kebakaran, petugas Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkar) Kabupaten Lampung Selatan kali ini justru mendapat tugas tak biasa. Tim evakuasi hewan turun tangan mengamankan seekor berang-berang yang membuat heboh sebuah peternakan warga di Kalianda.
Berang-berang tersebut masuk ke area peternakan milik warga di Jalan Cinta, Kelurahan Way Urang, Kecamatan Kalianda, Minggu, 6 September 2026.
Aksinya selama dua hari terakhir membuat pemilik peternakan dibuat pusing. Hewan air tersebut diduga memangsa ikan di kolam hingga membuat ratusan itik dan ayam berhamburan ketakutan.
Tim evakuasi Damkar Lampung Selatan yang dipimpin Yus Baimbang akhirnya berhasil menangkap dan mengamankan hewan tersebut.
Setelah dievakuasi dari lokasi, berang-berang kemudian dibawa ke Kantor Dinas Damkar Kabupaten Lampung Selatan untuk diamankan.
Dua Hari Bikin Peternakan Kacau
Pemilik peternakan, Huri (36), mengatakan hewan tersebut sudah dua hari berada di sekitar lokasi peternakannya.
Awalnya, pihak peternakan mencoba meminta bantuan untuk menangkap berang-berang itu. Namun upaya tersebut tidak berhasil sehingga akhirnya meminta bantuan Tim Evakuasi Hewan Damkar.
“Pemiliknya gagal menangkap, akhirnya kami panggil Damkar. Sudah dua hari memangsa ikan di kolam. Itik dan ayam yang berhamburan enggan pulang,” ujar Huri.
Menurutnya, keberadaan berang-berang tersebut membuat kondisi peternakan menjadi tidak kondusif.
Ia bahkan khawatir unggas peliharaannya mengalami stres akibat terusik oleh kehadiran hewan tersebut.
“Bisa pada stres peliharaan saya,” tambahnya.
Ikan Patin Besar Diduga Jadi Santapan
Huri mengaku belum bisa menghitung secara pasti jumlah kerugian yang dialaminya.
Namun, ia menyebut telah kehilangan dua ekor ikan patin berukuran besar yang sudah dipelihara selama sekitar tiga tahun.
Selain ikan, sejumlah itik dan ayam juga belum kembali ke kandang setelah sebelumnya berhamburan keluar karena ketakutan.
“Yang saya lihat dua ekor ikan patin besar yang sudah dipelihara selama tiga tahunan. Belum lagi itik dan ayam yang belum kembali karena berhamburan keluar kandang,” katanya.
Sempat Menyerang Saat Akan Ditangkap
Warga lainnya, Boyak (40), mengaku sudah mencoba berbagai cara untuk menangkap berang-berang tersebut.
Namun, selama dua hari upaya itu selalu gagal.
Menurutnya, hewan tersebut bahkan sempat menyerang dan menggigit saat hendak ditangkap.
“Binatang itu menyerang dan menggigit waktu mau ditangkap,” ujar Boyak.
Ia pun mengingatkan pemilik hewan peliharaan agar lebih bertanggung jawab dan tidak membiarkan hewan berkeliaran hingga merugikan warga lain.
“Apalagi jenis karnivora bisa merugikan orang jika dilepaskan,” katanya.
Diduga Hewan Peliharaan
Sementara itu, Yus Baimbang yang memimpin proses evakuasi mengatakan berang-berang tersebut telah berhasil diamankan oleh Tim Damkar Lampung Selatan.
Menurutnya, dari perilakunya, hewan tersebut diduga merupakan hewan peliharaan yang lepas dari pengawasan pemiliknya.
“Sepertinya ini hewan peliharaan karena kelihatan jinak. Kalau ada pemiliknya saya minta menghubungi kantor Dinas Pemadam saja,” ujar Yus Baimbang.
Kini, berang-berang tersebut telah diamankan petugas sambil menunggu kemungkinan adanya pemilik yang datang untuk mengambil atau memberikan keterangan.
Peristiwa ini sekaligus menjadi pengingat bahwa hewan peliharaan, terutama yang memiliki karakter dan kebutuhan khusus, harus berada dalam pengawasan agar tidak mengganggu lingkungan maupun menimbulkan kerugian bagi warga.***

















