SKYSHI MEDIA- Anggota DPRD Periode 2019-2024 fraksi Golkar Al Imron dan Anggota Komisi 3 DPRD fraksi Demokrat Yozi Rizal serta Paus Sastra Lampung Isbedy Stiawan ZS dan Sastrawan nasional Nanang Ribut Suprihatin meriahkan pagelaran Bengkel Sastra 2026 di Villa Kedaung, Kemiling Bandar Lampung pada Selasa, 25 Agustus 2026.
Ketua pelaksana Bengkel Sastra Fitri Anggraini Rofar mengungkap, giat tersebut diramaikan juga oleh 20 peserta dari kalangan mahasiswa dan pelajar SMA/SMK.
“Selain dimeriahkan orang berpengaruh Lampung dan sastrawan nasional, saya juga mengucapkan terima kasih kepada para peserta yang telah sabar dan sangat teliti dalam berkarya di bidang sastra,” katanya.
Bengkel Sastra 2026 yang terselenggara atas kerjasama dengan Lamban Sastra dan juga Kantor Balai Bahasa Wilayah Lampung ini mendatangkan sastrawan nasional selain Nanang Ribut Suprihatin.
“Alhamdulilah, kita juga mendapat support dari Sastrawan Nasional Ari Pahala Hutabarat sebagai moderator dan akademisi Prodi Bahasa Lampung dari Unila: Yinda Dwi Gustira.”
Fitri Anggraini berharap, pemerintah dan stakeholder terkait bahasa dan sastra bisa terus mendukung kegiatan seperti Bengkel Sastra sehingga menjadi pembelajaran penting bagi pendidikan generasi muda.
“Kita tahu bersama, sastra bukan hanya seni berbahasa. Tapi tutur katanya yang menggugah berisi tentang pendidikan, utamanya perihal moral bagi anak-anak muda,” ucapnya.
Dari 20 peserta, enam di antaranya merupakan pelajar yang berasal dari sejumlah daerah, termasuk Tulang Bawang dan Metro serta Bandar Lampung.
Peserta lainnya kalangan mahasiswa Universitas Muhammadiyah Metro (UM Metro), Institut Informatika dan Bisnis Darmajaya, Universitas Lampung, serta masyarakat umum.
“Bengkel Sastra 2026 terselenggara melalui kerja sama dengan Lamban Sastra dan Kantor Bahasa Provinsi Lampung,” kata Direktur Lamban Sastra Isbedy Stiawan ZS itu.
Kegiatan tersebut juga mendapat dukungan dari sastrawan nasional Ari Pahala Hutabarat yang bertindak sebagai moderator serta mendapat support langsung dari akademisi Program Studi Bahasa Lampung Universitas Lampung, Yinda Dwi Gustira.
“Selama empat hari, para peserta akan mendapatkan pendampingan dan pembinaan untuk menghasilkan karya sastra berbahasa Lampung. Karya yang dihasilkan selanjutnya akan melalui proses penyuntingan dan penerjemahan dalam bahasa Lampung sebelum diterbitkan dalam bentuk buku.”
Fitri mengatakan buku hasil Bengkel Sastra 2026 ditargetkan diluncurkan pada 25 September 2026.
Peluncuran direncanakan berlangsung di Taman Budaya Provinsi Lampung.
Menurut Fitri, kegiatan seperti Bengkel Sastra penting untuk terus dikembangkan karena sastra tidak hanya berkaitan dengan kemampuan berbahasa, tetapi juga dapat menjadi medium pendidikan karakter bagi generasi muda.
“Kita tahu bersama, sastra bukan hanya seni berbahasa. Tutur katanya juga dapat menggugah dan membawa pesan pendidikan, terutama mengenai moral bagi anak-anak muda,” katanya.
Ia berharap pemerintah dan para pemangku kepentingan di bidang bahasa dan sastra dapat memberikan dukungan berkelanjutan terhadap kegiatan serupa agar ruang kreatif bagi pelajar dan mahasiswa di Lampung semakin berkembang.***














