SKYSHI MEDIA – Dalam dunia bisnis dan media, memahami siapa audiens yang dituju adalah langkah awal yang menentukan berhasil atau tidaknya sebuah strategi. Produk atau konten yang bagus tidak akan maksimal dampaknya jika disampaikan pada orang yang salah. Di sinilah pentingnya menentukan target audiens yang tepat.
Langkah pertama adalah melakukan riset demografis. Data mengenai usia, jenis kelamin, pendidikan, hingga lokasi dapat memberikan gambaran siapa calon konsumen utama. Namun, data demografis saja tidak cukup. Psikografis—seperti gaya hidup, minat, dan nilai yang dianut—juga penting untuk memahami perilaku audiens secara lebih mendalam.
Selanjutnya, perusahaan atau kreator perlu membuat buyer persona, yaitu representasi fiktif dari audiens ideal. Persona ini memudahkan tim pemasaran maupun kreator konten dalam merancang strategi komunikasi yang relevan. Misalnya, audiens Gen Z yang akrab dengan media sosial akan lebih mudah dijangkau lewat konten visual singkat di TikTok atau Instagram.
Analisis perilaku digital juga tidak bisa diabaikan. Jejak audiens di dunia maya, mulai dari kebiasaan belanja online, topik yang mereka ikuti, hingga platform favorit, bisa menjadi data berharga. Teknologi analitik membantu membaca pola ini dengan lebih presisi.
Pada akhirnya, menentukan target audiens bukan hanya tentang menjual produk atau jasa, tetapi juga tentang membangun hubungan. Semakin relevan pesan yang disampaikan, semakin kuat pula ikatan yang terbentuk antara brand dan audiensnya.***



















