SKYSHI MEDIA – Membuat karya yang bisa diterima dan dirasakan semua orang bukan perkara mudah. “Relatable” bukan sekadar tren, tapi seni memahami audiens dan menyentuh emosi mereka. Baik itu tulisan, musik, film, atau konten digital, kunci utamanya ada pada empati dan observasi.
Menurut pakar kreatif, Dr. Nabila Putri, ada beberapa strategi yang bisa diterapkan. “Pertama, kenali audiensmu—apa yang mereka rasakan, pikirkan, dan alami. Kedua, gunakan bahasa yang sederhana dan jujur. Ketiga, jangan takut menampilkan sisi vulnerabel atau humor yang bisa membuat orang merasa ‘mengerti’,” jelasnya.
Banyak karya viral di media sosial lahir karena penulis atau pembuatnya berhasil menangkap momen universal: kegembiraan, kekecewaan, kegelisahan, atau kebahagiaan sehari-hari. Misalnya, meme, cerita singkat, atau ilustrasi yang membuat orang berkata, “Ya, ini aku banget!”
Selain itu, visual dan storytelling yang kuat juga meningkatkan daya tarik karya. Narasi yang autentik dan detail yang realistis membuat audiens lebih mudah terhubung. Dengan begitu, karya tidak hanya menarik perhatian, tapi juga meninggalkan kesan mendalam.
Menciptakan karya yang relatable memang menantang, tapi ketika berhasil, karya tersebut mampu menyatukan perasaan banyak orang dan membangun ikatan emosional yang kuat antara kreator dan audiens.***













