Bukan Pertikaian, Bayu Teguh Pranoto Dorong Penyelesaian Persoalan PSHT Lewat Mediasi

banner 468x60

SKYSHI MEDIA- Pengurus Lembaga Perwakilan Pusat (Perwapus) Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) terus mendorong penguatan budaya musyawarah, kekeluargaan, dan penyelesaian perselisihan secara damai di lingkungan organisasi.

Komitmen tersebut salah satunya diwujudkan melalui keikutsertaan Bayu Teguh Pranoto, S.H., M.H., selaku Ketua Bidang Hukum dan Advokasi Perwapus PSHT, dalam rangkaian pelatihan hingga uji kompetensi mediator.

banner 336x280

Perwapus PSHT saat ini diketuai Brigjen TNI (Purn) Yuswandi, S.Sos. Keikutsertaan Bayu menjadi bagian dari upaya meningkatkan kapasitas sumber daya organisasi, khususnya dalam bidang hukum, advokasi, mediasi, dan penyelesaian perselisihan melalui musyawarah.

Mediasi untuk Menjaga Persaudaraan

Bayu mengatakan, dirinya mengikuti kegiatan tersebut atas arahan dan dukungan pimpinan. Pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh diharapkan dapat memberikan manfaat bagi keluarga besar PSHT, khususnya dalam menjaga persatuan dan keharmonisan organisasi.

“Perkembangan Persaudaraan Setia Hati Terate di wilayah Lampung tumbuh pesat dan semakin kokoh. Semakin luas persaudaraan yang kita jaga, semakin diperlukan kedewasaan dan kebijaksanaan dalam menjaga keutuhannya, sebagaimana ditekankan oleh Ketua Perwapus, Bapak Brigjen TNI (Purn) Yuswandi, S.Sos.,” ujar Bayu.

Menurutnya, kemampuan mediasi diperlukan untuk membangun pola penyelesaian persoalan yang mengutamakan dialog sehingga perbedaan tidak berkembang menjadi pertikaian.

“Ilmu mediasi ini saya pelajari agar dapat membantu menyelesaikan berbagai permasalahan yang muncul di antara keluarga besar kita, bukan dengan pertikaian, melainkan melalui musyawarah, kekeluargaan, dan kebijaksanaan,” katanya.

Bayu menambahkan, setiap perbedaan perlu dikelola secara dewasa dengan tetap menjadikan persaudaraan sebagai landasan utama.

“Semoga setiap perbedaan dapat diselesaikan dengan kepala dingin dan hati yang tulus sehingga persatuan tetap terjaga. Inilah yang menjadi inti persaudaraan sejati: saling mengerti, saling menghargai, dan saling mendamaikan,” ujarnya.

Jalani Uji Kompetensi Mediator

Pada hari terakhir kegiatan, para peserta mengikuti rangkaian uji kompetensi, termasuk simulasi pelaksanaan mediasi dengan menjalankan peran sebagai mediator.

Sebelumnya, peserta mendapatkan pembekalan mengenai prinsip, tahapan, teknik, dan keterampilan mediasi dari tenaga pengajar, ahli, serta praktisi yang berpengalaman di bidangnya.

Uji kompetensi tersebut tidak hanya mengukur pemahaman peserta mengenai konsep mediasi, tetapi juga kemampuan dalam mengelola komunikasi, menggali kepentingan para pihak, menjaga netralitas, serta membantu menemukan kemungkinan penyelesaian yang dapat diterima bersama.

Peserta yang memenuhi seluruh persyaratan dan dinyatakan lulus sesuai mekanisme penyelenggara dapat memperoleh sertifikasi mediator berdasarkan ketentuan dan akreditasi yang berlaku.

Perwapus PSHT Dorong Penyelesaian Persoalan Secara Bermartabat

Keikutsertaan Ketua Bidang Hukum dan Advokasi Perwapus PSHT dalam pendidikan dan uji kompetensi mediator diharapkan dapat memperkuat kapasitas organisasi dalam mengedepankan pendekatan preventif dan persuasif ketika menghadapi perbedaan maupun persoalan internal.

Pendekatan mediasi memberikan ruang bagi para pihak untuk berdialog, saling mendengarkan, memahami kepentingan masing-masing, dan mencari penyelesaian tanpa memperbesar konflik.

Di bawah kepemimpinan Brigjen TNI (Purn) Yuswandi, S.Sos., Perwapus PSHT mendorong tata kelola organisasi yang mengedepankan keharmonisan, kedewasaan, penghormatan antarsesama, serta penyelesaian persoalan melalui musyawarah.

Bagi Bayu, peningkatan kompetensi tersebut bukan semata mengenai sertifikasi profesi, tetapi juga menjadi bagian dari tanggung jawab untuk menghadirkan jalan damai ketika terjadi perbedaan.

Semangat tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga PSHT sebagai persaudaraan yang kuat dalam kebersamaan sekaligus matang dalam menyelesaikan perbedaan dengan mengutamakan musyawarah, menjaga persatuan, dan menempatkan perdamaian sebagai jalan dalam merawat persaudaraan.***

banner 336x280