Bapas Kotabumi Perkuat Pembimbingan Lewat Pelatihan Pertanian Hidroponik

banner 468x60

SKYSHI MEDIA- Balai Pemasyarakatan (Bapas) Kelas II Kotabumi, Lampung, membekali klien pemasyarakatan dengan keterampilan budidaya sayuran hidroponik sebagai upaya mendorong kemandirian ekonomi dan mempersiapkan reintegrasi sosial. Pelatihan yang melibatkan klien dan petugas Bapas tersebut dilaksanakan pada Selasa, 20 Oktober 2026.

Kegiatan ini diarahkan untuk memberikan pengetahuan praktis yang dapat dimanfaatkan klien ketika kembali menjalani kehidupan di tengah masyarakat. Melalui keterampilan pertanian sederhana, peserta diharapkan memiliki alternatif kegiatan produktif yang berpotensi dikembangkan menjadi usaha skala kecil.

banner 336x280

Dalam pelatihan tersebut, peserta mempelajari teknik budidaya sayuran menggunakan metode hidroponik, mulai dari pengenalan alat dan bahan, penyemaian benih, pemeliharaan tanaman, hingga perawatan menjelang panen.

Metode hidroponik memungkinkan budidaya tanaman dilakukan tanpa menggunakan tanah sebagai media utama. Teknik ini dapat menjadi alternatif bagi masyarakat yang memiliki keterbatasan lahan, selama kebutuhan air, nutrisi, cahaya, dan perawatan tanaman terpenuhi.

Selain menghasilkan sayuran untuk kebutuhan pangan, budidaya hidroponik juga berpotensi dikembangkan sebagai kegiatan ekonomi. Namun, keberhasilannya tetap bergantung pada keterampilan pengelolaan, biaya produksi, kualitas hasil panen, dan ketersediaan pasar.

Bekal Keterampilan untuk Reintegrasi Sosial

Pembimbingan klien pemasyarakatan tidak hanya berkaitan dengan pemenuhan kewajiban selama masa pembimbingan, tetapi juga mencakup upaya mempersiapkan mereka agar dapat kembali menjalani kehidupan secara bertanggung jawab di tengah masyarakat.

Penguasaan keterampilan praktis menjadi salah satu bekal yang dapat membantu klien mengembangkan kemampuan diri. Dengan mempelajari budidaya hidroponik, peserta memperoleh pengetahuan yang dapat diterapkan untuk memenuhi kebutuhan pangan keluarga maupun menjajaki peluang usaha sesuai kondisi masing-masing.

Kegiatan pemberdayaan ini juga diharapkan membantu klien meningkatkan kepercayaan diri serta memperluas pilihan aktivitas produktif setelah kembali ke lingkungan sosialnya.

Pelibatan petugas Bapas Kotabumi turut mendukung pengembangan pemahaman mengenai program pembimbingan yang berorientasi pada keterampilan dan pemberdayaan klien.

Pendekatan tersebut menempatkan reintegrasi sosial sebagai proses yang tidak hanya menekankan kepatuhan terhadap ketentuan hukum, tetapi juga mendorong kesiapan individu untuk membangun kehidupan yang lebih mandiri dan berkontribusi positif bagi keluarga maupun masyarakat.

Sejalan dengan Semangat Asta Cita dan Program Akselerasi Pemasyarakatan

Pelatihan hidroponik ini juga memiliki keterkaitan dengan semangat Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, terutama dalam penguatan kualitas sumber daya manusia dan peningkatan kemandirian ekonomi masyarakat.

Di lingkungan Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan, kegiatan tersebut sejalan dengan arah pemberdayaan dan peningkatan kapasitas klien pemasyarakatan agar memiliki bekal keterampilan ketika kembali ke masyarakat.

Meski demikian, keterkaitan tersebut perlu dipahami sebagai keselarasan tujuan pemberdayaan, bukan berarti pelatihan ini secara otomatis merupakan pelaksanaan langsung dari program akselerasi tertentu.

Melalui kegiatan produktif seperti hidroponik, Bapas Kelas II Kotabumi berupaya menerapkan pembimbingan yang tidak hanya berorientasi pada administrasi, tetapi juga memperhatikan pengembangan kemampuan dan kesiapan klien menghadapi kehidupan setelah menjalani proses hukum.

Bapas Kotabumi Dorong Kemandirian Klien

Ke depan, keterampilan budidaya hidroponik diharapkan dapat dikembangkan menjadi kegiatan berkelanjutan sesuai minat, kemampuan, dan peluang yang tersedia di lingkungan masing-masing klien.

Pemanfaatan keterampilan tersebut membutuhkan kemauan untuk terus belajar, pendampingan yang sesuai, serta perencanaan usaha apabila hendak dikembangkan menjadi sumber penghasilan.

Upaya ini menunjukkan pentingnya pemberdayaan dalam pembimbingan kemasyarakatan. Keberhasilan program tidak hanya dilihat dari terlaksananya kegiatan pelatihan, tetapi juga dari manfaat keterampilan yang dapat diterapkan oleh peserta dalam kehidupan sehari-hari.

Melalui pelatihan hidroponik, Bapas Kelas II Kotabumi mendorong klien pemasyarakatan untuk mengembangkan potensi diri, membangun kemandirian, dan mempersiapkan diri agar dapat kembali berperan secara positif di tengah masyarakat.

Dari keterampilan budidaya sayuran, terbuka peluang untuk membangun kegiatan produktif. Dengan pembimbingan yang berkelanjutan, keterampilan tersebut diharapkan menjadi salah satu bekal bagi klien untuk menata masa depan yang lebih mandiri dan bertanggung jawab.***

banner 336x280

News Feed