SKYSHI MEDIA- Ikatan Keluarga Wartawan Indonesia (IKWI) Provinsi Lampung kembali mengharumkan nama daerah di tingkat nasional dengan meraih Juara II pada Grand Final Lomba Fashion Show Busana Adat Nusantara yang digelar IKWI Pusat dalam rangka Hari Ulang Tahun (HUT) ke-65 IKWI.
Grand final berlangsung di Auditorium dan Performance Hall, LDR Institute of Communication and Business Sudirman Park Campus, Jakarta, Selasa (21/7/2026), dan diikuti perwakilan IKWI dari berbagai provinsi di Indonesia.
IKWI Lampung diwakili oleh Suprapti HBM yang tampil mengenakan busana adat Lampung Saibatin. Penampilan tersebut berhasil mengantarkan Lampung meraih posisi runner up, sementara Juara I diraih IKWI Riau dan Juara III diraih IKWI Daerah Istimewa Yogyakarta.
Pengumuman pemenang dilakukan secara daring melalui Zoom dan diikuti jajaran pengurus IKWI Lampung dari Aula PWI Lampung, Jalan Ahmad Yani, Kota Bandar Lampung.
Sebanyak sepuluh provinsi berhasil lolos ke babak Grand Final, yakni Kepulauan Riau, Riau, Lampung, Sumatera Barat, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Selatan, Sulawesi Utara, Daerah Istimewa Yogyakarta, Aceh, dan Jambi.
Ketua IKWI Provinsi Lampung, Yeni Puspasari, menyampaikan rasa syukur dan bangga atas prestasi yang diraih keluarga besar IKWI Lampung.
“Alhamdulillah, atas penghargaan yang diberikan IKWI Pusat untuk Lampung,” ujarnya.
Hal senada disampaikan Suprapti HBM yang mengaku bersyukur dapat membawa nama Lampung meraih prestasi di ajang nasional tersebut.
Menurutnya, keberhasilan itu tidak terlepas dari dukungan dan kekompakan seluruh anggota IKWI Lampung yang selama ini aktif mendukung berbagai kegiatan IKWI, baik di tingkat pusat maupun daerah.
Peringatan HUT ke-65 IKWI tahun ini juga diisi dengan Seminar Nasional bertema “Transformasi Penggunaan Kompor Gas ke Kompor Listrik” yang menghadirkan Direktur Ekonomi Celios, Nailul Huda, sebagai narasumber.
Puncak rangkaian kegiatan ditandai dengan pemotongan tumpeng, pengumuman para pemenang lomba, penyerahan hadiah, serta pemberian penghargaan kepada pengurus provinsi IKWI dengan penampilan busana terbaik.
Bagi IKWI Lampung, keikutsertaan dalam kegiatan tersebut tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga momentum mempererat silaturahmi antaranggota IKWI se-Indonesia sekaligus memperkuat peran organisasi dalam mendukung pemberdayaan keluarga wartawan.
Busana Adat Saibatin Sarat Makna Filosofis
Busana adat Lampung Saibatin yang ditampilkan IKWI Lampung merupakan pakaian tradisional masyarakat adat Saibatin atau Pesisir yang mendiami wilayah pesisir Provinsi Lampung, seperti Lampung Selatan, Pesawaran, Tanggamus, Pesisir Barat, hingga sebagian Lampung Timur.
Busana tersebut bukan sekadar pakaian adat untuk upacara, melainkan simbol kebesaran, kehormatan, dan garis keturunan dalam sistem adat Saibatin yang bercorak kebangsawanan.
Warna merah yang mendominasi busana melambangkan keberanian, kemuliaan, dan kewibawaan. Pakaian dibuat dari bahan beludru yang dipadukan dengan kain tapis khas Lampung berhias sulaman benang emas serta motif floral, bunga tabur, salur, maupun pucuk rebung.
Bagi perempuan, ciri khas utama busana Saibatin adalah penggunaan Siger Lekuk Pitu, mahkota berwarna emas dengan tujuh lekukan yang melambangkan tujuh tingkatan gelar adat masyarakat Saibatin.
Penampilan semakin lengkap dengan penggunaan selempang jungsarat, kalung, gelang, ikat pinggang, serta berbagai perhiasan adat yang mencerminkan keanggunan sekaligus kehormatan perempuan Lampung.
Sementara busana pria terdiri atas jas beludru merah yang dipadukan dengan celana panjang, sarung tumpal, kopiah tungkus atau ikat kepala, pending sebagai ikat pinggang, kalung adat, gelang, hingga keris atau terapang sebagai simbol keberanian, tanggung jawab, dan kepemimpinan.
Keindahan busana adat Saibatin tidak hanya terlihat dari kemewahan tampilannya, tetapi juga dari filosofi yang terkandung di dalam setiap unsur pakaian dan perhiasannya, yang mencerminkan penghormatan kepada leluhur serta nilai luhur masyarakat Lampung yang menjunjung tinggi falsafah Piil Pesenggiri, yakni harga diri, kehormatan, dan penghormatan terhadap sesama.***
