SKYSHI MEDIA – Di tengah arus digital yang semakin deras, seni tradisional kerap dianggap sebagai sesuatu yang tertinggal. Namun, perkembangan teknologi justru membuka ruang baru untuk menghidupkan kembali warisan budaya dengan cara yang lebih segar dan relevan. Kolaborasi antara seni tradisional dan teknologi modern kini menjadi tren yang tidak hanya melestarikan, tetapi juga memperluas jangkauan karya seni.
Contohnya, pertunjukan wayang kulit kini bisa disajikan dengan proyeksi digital dan efek visual yang memikat generasi muda. Batik, yang dahulu hanya hadir di kain, kini tampil dalam bentuk desain 3D untuk kebutuhan fashion digital maupun NFT. Sementara gamelan tradisional dapat dikolaborasikan dengan instrumen elektronik, menciptakan harmoni unik yang diterima di festival musik dunia.
Inovasi ini tidak hanya menjaga tradisi tetap hidup, tetapi juga menciptakan peluang ekonomi baru bagi seniman. Dengan bantuan media sosial dan platform digital, karya seni lokal bisa diakses oleh audiens global. Hasilnya, seni tradisional tidak lagi sebatas nostalgia, tetapi menjadi identitas kreatif yang relevan dengan masa depan.***













