Awal Baik dari Secangkir Kopi: Disdikbud dan Penggiat Publik Satukan Langkah Selamatkan Kepentingan Anak di SMA Siger

banner 468x60

SKYSHI MEDIA– Suasana hangat tercipta dalam pertemuan antara penggiat kebijakan publik Abdullah Sani dan perwakilan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Provinsi Lampung, Kamis (6/11/2025). Pertemuan yang berlangsung santai namun penuh makna itu disebut menjadi titik awal penting dalam upaya penyelamatan kepentingan anak di SMA Swasta Siger, Bandar Lampung.

Dalam pertemuan yang digelar di ruang kerja perwakilan Disdikbud, Abdullah Sani disambut langsung oleh Danny Waluyo Jati, yang hadir mewakili Kabid SMA Disdikbud Lampung, Diona Katharina. Sani mengaku optimistis dengan respon dan kepedulian pihak Disdikbud terhadap kasus yang tengah menjadi perhatian publik tersebut.

banner 336x280

“Alhamdulillah, tadi saya dijamu oleh perwakilan Kabid, Mas Danny Waluyo Jati. Pertemuan yang bagus dan berjalan dengan penuh keterbukaan. Bahkan saya dibikinkan kopi, dan bagi saya itu simbol awal yang baik untuk perjuangan menyelamatkan kepentingan anak di Bandar Lampung,” ujar Sani melalui pesan singkat, beberapa jam usai pertemuan.

Menurut Abdullah Sani, Danny Waluyo Jati dan pihak Disdikbud menunjukkan pemahaman yang mendalam terhadap isu yang terjadi di SMA Siger. Ia menilai Disdikbud Lampung memiliki pandangan yang sama dengannya: bahwa peserta didik di sekolah tersebut tetaplah anak-anak yang wajib dilindungi oleh semua pihak, baik pemerintah maupun masyarakat sipil.

“Pak Danny sangat memahami pentingnya pertemuan ini. Beliau menunjukkan komitmen bahwa Disdikbud dan masyarakat harus memiliki kepentingan yang sama, yakni melindungi hak-hak anak di dunia pendidikan. Saya melihat semangat itu kuat sekali di mereka,” tambahnya.

Abdullah Sani yang selama ini dikenal vokal dalam mengkritisi dugaan perbuatan salah terhadap siswa di SMA Swasta Siger, mengaku mendapat angin segar dari pertemuan ini. Ia menilai, langkah Disdikbud yang mau membuka ruang komunikasi dengan penggiat publik adalah tanda positif bahwa pemerintah daerah siap menegakkan prinsip transparansi dan akuntabilitas dalam penyelenggaraan pendidikan.

Lebih lanjut, Sani menegaskan bahwa dirinya tidak ingin polemik ini hanya berhenti di wacana. Ia berharap pertemuan tersebut dapat menjadi awal dari pembenahan sistem pendidikan di Lampung, terutama di sekolah-sekolah swasta yang masih membutuhkan pengawasan lebih ketat agar tidak ada lagi pelanggaran terhadap hak anak didik.

“Kami ingin pendidikan di Lampung berjalan dengan integritas, terverifikasi, dan sesuai regulasi. Saya yakin, jika semua pihak duduk bersama dan punya niat yang sama, masa depan generasi muda Lampung akan jauh lebih baik,” ungkapnya dengan penuh harap.

Sani juga menyampaikan bahwa pihak Disdikbud Lampung berencana mengagendakan pertemuan lanjutan dengan Kepala Dinas dan sejumlah pejabat berwenang untuk membahas secara detail tindak lanjut atas kasus di SMA Siger. Ia optimistis, koordinasi yang baik antara masyarakat dan pemerintah akan menghasilkan solusi nyata demi melindungi dunia pendidikan dari praktik yang merugikan peserta didik.

“Pertemuan hari ini sangat baik, dan saya yakin ke depan juga akan berjalan lebih baik. Alhamdulillah, Disdikbud sudah berkomitmen akan menjadwalkan pertemuan lanjutan dengan Kepala Dinas untuk menindaklanjuti persoalan SMA Siger,” pungkasnya.

Langkah awal yang sederhana, seperti secangkir kopi di atas meja pertemuan, kini menjadi simbol harapan baru bagi masa depan pendidikan yang lebih adil dan berintegritas di Lampung. Pertemuan ini diharapkan menjadi fondasi bagi sinergi berkelanjutan antara pemerintah dan masyarakat untuk memastikan setiap anak mendapatkan haknya atas pendidikan yang aman, bermartabat, dan berpihak pada masa depan mereka.***

banner 336x280