SKYSHI MEDIA – Indonesia dikenal sebagai negeri dengan ribuan tradisi, adat, dan budaya yang diwariskan turun-temurun. Namun, modernisasi, globalisasi, dan perubahan gaya hidup membuat banyak tradisi Nusantara berada di ambang kepunahan. Meski begitu, beberapa tradisi masih bertahan berkat peran masyarakat lokal, komunitas budaya, hingga dukungan generasi muda yang peduli menjaga warisan leluhur.
Jejak Tradisi yang Mulai Hilang
Tradisi seperti Debus dari Banten, Tari Topeng Cirebon, hingga Tenun Ikat Nusa Tenggara pernah mengalami masa surut karena minimnya minat generasi muda dan berkurangnya perhatian dari pemerintah. Namun, sebagian tradisi kini mulai kembali bangkit dengan adanya festival budaya, pariwisata, dan promosi digital di media sosial.
Bertahan di Tengah Modernisasi
Meski menghadapi gempuran budaya populer global, tradisi Nusantara tetap menunjukkan daya tahannya. Ritual adat seperti Ngaben di Bali, Rambu Solo di Toraja, hingga Saman di Aceh masih dijalankan, bukan hanya sebagai kewajiban adat, melainkan juga sebagai identitas yang memperkaya khazanah bangsa.
Peran Generasi Muda
Generasi muda berperan penting dalam menjaga tradisi. Banyak komunitas kreatif memanfaatkan media sosial untuk memperkenalkan kembali budaya lokal agar lebih dekat dengan anak muda. Dari konten video pendek hingga festival musik yang memadukan unsur tradisi, semua upaya ini menjadi cara segar dalam merawat warisan Nusantara.
Menjaga agar Tak Sekadar Kenangan
Keberlangsungan tradisi tidak hanya soal melestarikan, tetapi juga memberi ruang agar tradisi tetap relevan di zaman modern. Selama ada upaya regenerasi, tradisi Nusantara tidak akan punah, melainkan terus hidup sebagai bagian dari identitas bangsa.***













