Seni Jalanan: Dari Coretan Dinding Jadi Karya Bernilai Tinggi

banner 468x60

SKYSHI MEDIA  – Dahulu seni jalanan kerap dipandang sebelah mata, bahkan sering dianggap sebagai vandalisme semata. Namun, kini persepsi terhadap seni jalanan atau street art telah berubah. Dari sekadar coretan di dinding kota, karya-karya ini berhasil masuk ke galeri seni, dilelang dengan harga tinggi, bahkan menjadi simbol budaya populer.

Fenomena ini tidak lepas dari perkembangan gaya dan teknik para seniman jalanan. Mereka tidak hanya mengekspresikan diri, tetapi juga menyuarakan kritik sosial, politik, hingga isu lingkungan. Pesan yang disampaikan melalui gambar di ruang publik membuat seni jalanan terasa dekat dengan masyarakat.

banner 336x280

Nama-nama besar seperti Banksy menjadi bukti nyata bahwa seni jalanan bisa melampaui batas. Karyanya, yang sering misterius dan penuh sindiran, telah terjual hingga miliaran rupiah di pasar internasional. Hal ini membuat seni jalanan semakin diakui sebagai bagian penting dalam dunia seni kontemporer.

Di Indonesia sendiri, seni jalanan berkembang pesat. Kota-kota seperti Yogyakarta, Bandung, hingga Jakarta dikenal memiliki mural yang tidak hanya mempercantik ruang publik, tetapi juga memperkuat identitas budaya. Beberapa mural bahkan dijadikan destinasi wisata dan ikon kota.

Meski demikian, tantangan tetap ada. Perbedaan antara seni dan vandalisme masih menjadi perdebatan. Oleh karena itu, banyak komunitas dan pemerintah daerah mulai berkolaborasi untuk menyediakan ruang legal bagi para seniman jalanan agar bisa berkarya tanpa melanggar aturan.

Seni jalanan kini tidak lagi sebatas “coretan nakal”, melainkan medium ekspresi yang bisa mengangkat isu penting, memperindah kota, sekaligus menciptakan nilai ekonomi. Transformasi ini menunjukkan bahwa setiap karya, jika ditempatkan pada konteks yang tepat, bisa bernilai tinggi.***

banner 336x280