SKYSHI MEDIA – Cerita rakyat Nusantara bukan hanya sekadar kisah lama yang diceritakan turun-temurun, melainkan cermin nilai kemanusiaan yang diwariskan leluhur. Dari Sabang hingga Merauke, setiap daerah memiliki dongeng, legenda, atau mitos yang sarat dengan pesan moral dan kebijaksanaan hidup.
Misalnya, cerita Malin Kundang dari Sumatera Barat mengajarkan tentang pentingnya menghormati orang tua. Kisah Timun Mas dari Jawa Tengah menekankan keberanian, kecerdikan, dan daya juang seorang anak melawan ancaman. Sementara itu, legenda La Galigo dari Sulawesi memperlihatkan keterhubungan manusia dengan alam semesta.
Nilai-nilai kemanusiaan yang tertanam dalam cerita rakyat Nusantara begitu relevan dengan kehidupan modern. Nilai kejujuran, kesetiaan, kerja keras, hingga penghargaan terhadap alam adalah fondasi yang bisa menjadi bekal generasi muda menghadapi perubahan zaman.
Tak hanya menjadi hiburan, cerita rakyat juga berfungsi sebagai “kitab kehidupan” bagi masyarakat tradisional. Ia membentuk karakter, menumbuhkan empati, dan memperkuat rasa kebersamaan. Dalam dunia yang semakin individualis, cerita rakyat dapat menjadi pengingat bahwa nilai kemanusiaan harus tetap dijaga.
Pelestarian cerita rakyat Nusantara bukan sekadar menjaga warisan budaya, tetapi juga merawat nilai-nilai universal yang meneguhkan identitas bangsa. Dengan menghidupkan kembali cerita-cerita itu, kita juga sedang menanamkan kembali akar kemanusiaan dalam kehidupan sehari-hari.***



















