Harmoni dalam Perbedaan: Kisah Toleransi di Desa

banner 468x60

SKYSHI MEDIA – Di tengah maraknya isu perpecahan sosial, sebuah desa kecil di Jawa Tengah justru memberi contoh indah tentang arti toleransi. Desa ini dihuni oleh masyarakat dengan latar belakang berbeda—agama, budaya, hingga adat istiadat. Namun alih-alih terpecah, mereka memilih hidup dalam harmoni.

Setiap perayaan hari besar keagamaan, masyarakat desa ini saling bahu-membahu. Saat Idul Fitri, warga non-Muslim ikut membantu menyiapkan hidangan untuk acara halal bihalal. Sebaliknya, ketika Natal tiba, warga Muslim turut serta menjaga keamanan dan ikut merayakan kebahagiaan bersama. Begitu juga dengan perayaan adat lokal yang selalu diramaikan tanpa melihat perbedaan keyakinan.

banner 336x280

Kuncinya ada pada rasa saling menghargai dan komunikasi terbuka. Kepala desa menyebutkan bahwa tradisi gotong royong menjadi “lem perekat” yang menjaga hubungan tetap erat meski berbeda keyakinan. Nilai-nilai kearifan lokal seperti tepa selira dan guyub rukun masih dijunjung tinggi, bahkan oleh generasi mudanya.

Cerita dari desa ini seakan menjadi pengingat bahwa toleransi bukan sekadar slogan, melainkan sikap nyata dalam kehidupan sehari-hari. Di tengah dunia yang kerap terpolarisasi, harmoni dalam perbedaan justru lahir dari tindakan sederhana: saling menghormati.***

banner 336x280